Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
BAGUS , RENDRA SATRIYA
Subject
TS155 Production management. Operations management
Datestamp
2013-05-21 03:42:40
Abstract :
kemajuan perkembangan produk dan jasa yang pesat telah mengubah bagaimana
pelanggan bertransaksi dengan sebuah perusahaan. Persaingan antar perusahaan akan
produknya tidak memberikan peluang bagi setiap perusahaan untuk melakukan
kesalahan dalam produksi atau menghasilkan barang yang cacat. Perusahaan harus
benar-benar dapat memuaskan pelanggannya dan selalu berupaya mencari solusi terbaru
demi memuaskan para customernya. Sehingga memerlukan suatu peningkatan kualitas
produk secara berkesinambungan hingga mencapai titik hampir sempurna. Untuk
menghasilkan produk berkualitas tinggi dan mampu bersaing di pasaran, maka dari itu
perlu melakukan pengendalian dengan langkah awal yaitu mengidentifikasi kecacatan
agar dapat mengurangi kesalahan seminimal atau sekecil mungkin.
PT. Gatra Mapan merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang
Industri Furniture dengan produk yang dihasilkan berupa lemari etalase, lemari pakaian,
kursi, dan meja. Dimana kecacatan yang dominan terjadi pada proses produksi lemari
pakaian tanpa kaca, karena manajemen kurang fokus dalam mengerjakan produk
tersebut, disebabkan pasar furniture tersebut bermain di pasaran konsumen menengah
kebawah, sedangkan produk yang lain pasarnya untuk konsumen menengah keatas jadi
kualitasnya dijaga konsistensinya.Kecacacatan yang terjadi adalah pada cacat retak,
cacat pada engsel, cacat warna lemari belang, dan cacat terkelupas. Dengan tingkat
kecacatan rata-rata antara ±20 % padahal standart perusahaan 3% dalam produksi.
Dengan kurang fokusnya proses produksi untuk lemari pakaian tanpa kaca menyebabkan
perusahaan mengalami rugi yang cukup besar, karena seringkali barang yang cacat bisa
tidak laku dijual serta dilelang murah. Sehingga dalam hal ini maka perlu suatu analisa
tentang
kecacatan tersebut sehingga dapat mengurangi kesalahan-kesalahan seminimal
mungkin. Fault Tree Analysis dapat digunakan untuk menganalisa berbagai penyebab
kesalahan yang akan dipresentasikan oleh sebuah pohon kecacatan serta menghitung
probabilitas terjadinya top event yang diperoleh dari prediksi keandalan peristiwa
dimana top event didapatkan dari hasil produksi.
Hasil dari penelitian ini adalah Cacat Retak yang menjadi tingkat kecacatan
terbesar. Dalam pengambilan sampling produk selama 3 bulan produksi, probabilitas
terjadinya kecacatan tersebut sebesar 18,07 %. Kedua adalah Pengelupasan Lapisan
Lemari dengan probabilitas 12,39 %. Ketiga adalah Pemasangan Engsel Tidak Presisi,
dengan probabilitas 12,31 %. Dan keempat adalah Warna Lemari Belang, dengan
probabilitas 6,58 %.