Abstract :
Perencanaan pabrik Cement Retarder ini diharapkan dapat berproduksi dengan
kapasitas 150.000 ton/tahun dalam bentuk padat. Pabrik beroperasi secara kontinyu berjalan
selama 24 jam tiap hari dan 330 hari kerja dalam setahun.
Industri Cement Retarder di Indonesia mempunyai perkembangan yang stabil, dengan
meningkatnya kebutuhan Cement Retarder. Semakin meningkatnya pertumbuhan konstruksi
juga akan menyebabkan kebutuhan bahan baku Cement Retarder semakin meningkat dimana
produk ini merupakan salah satu komponen dalam pembuatan semen Portland. Berikut
dibawah ini adalah ringkasan singkat hasil perhitungan dan pembahasan beberapa hal dari
pabrik Cement Retarder :
1. Pendirian pabrik berlokasi di Kabupaten Tuban, Jawa Timur dengan ketentuan :
a. Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
b. Sistem Organisasi : Garis dan Staff
c. Jumlah Karyawan : 136 orang
d. Sistem Operasi : Kontinyu
e. Waktu Operasi : 330 hari/tahun ; 24 jam/hari
2. Bahan Baku :
a. Gypsum rock (CaSO4.2H2O) : 20050,0355 kg / jam
3. Kebutuhan Utilitas :
a. Bahan bakar : 49027,2401 liter / hari ( diesel oil)
1759,8466 liter/hari (Fuel oil)
b. Air : 2643,0723 m3 / hari
c. Listrik : 620,8895 kWh
d. PAC : 1984,9179 liter/jam
e. Alum : 1950,3765 liter/jam
f. Desinfektan : 4,82 kg/hari
4. Umur Pabrik : 10 tahun
5. Masa Konstruksi : 2 Tahun
6. Lokasi Pabrik : Kabupaten Tuban, Jawa Timur
7. Hasil Analisa Ekonomi :
a. Modal Tetap (FCI) : Rp. 195,310,907,035.17
b. Modal Kerja (WCI) : Rp. 5,191,897,738.69
c. Modal Total (TCI) : Rp. 200,502,238,715.54
d. Internal Rate of Return (IRR) : 26,77%
e. Rate On Equity (ROE) : 39,63%
f. Pay Out Periode (POP) : 3,59 tahun
g. Break Event Point (BEP) : 39,52%