Abstract :
Salah satupermasalahan di kelas IV SD 3 Mejobo Kudus adalahrendahnyakemampuanpemecahanmasalahsiswa. Rendahnyakemampuanpemecahanmasalahsiswadikarenakanpembelajarandengancaraceramah, hafalandandrillsoal. Proses pembelajarantidakmemberikesempatansiswauntukberpartisipasiaktifdalampembelajaran. Siswadituntutuntukdapatmemecahkanmasalah, tetapitidakpernahdiajarkanlangkah-langkahdanstrategipemecahanmasalahmasalah. Berdasarkanmasalahtersebutmakaperluadanyaperbaikandenganmenerapkan model pembelajaransesuaikarakterpermasalahan, yakniProblem Based Learning. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuipeningkatankemampuanpemecahanmasalahsiswakelas IV SD 3 Mejobopadatemapeduliterhadapmakhlukhidupmuatanmatematikadan IPS melaluiProblem Based Learning.
Kemampuanpemecahanmasalahmerujukpadakemampuansiswamenyelesaikansituasidimanamateri yang adatidakdapatdigunakanuntukmemecahkansecaralangsung. Kemampuanpemecahanmasalahsiswadifokuskanpadamuatanmatematikadan IPS dalamtema 3 kelas IV semester 1 yaknitemapeduliterhadapmakhlukhidup. Pembelajarandengan model Problem Based Learningterdiriatas lima langkah yang meliputi: 1) Orientasisiswapadamasalah; 2) Mengorganisasikansiswauntukbelajar; 3) Membimbingpenyelidikan individual dankelompok; 4) Mengembangkandanmenyajikanhasilkerjakelompok; dan 5) Menganalisisdanmengevaluasi proses pemecahanmasalahsiswa.
Subjekpenelitianberjumlah 22 siswa yang terdiriatas 12 laki-lakidan 10 perempuan. PenelitianinimenggunakanmetodePenelitianTindakanKelas (PTK) yang dilakukanselama 2 siklus. Setiapsiklusdilakukanselama 2 kali pertemuan. Prosedurpenelitiansetiapsiklusdilakukanmelaluiempattahapyaituperencaan, pelaksanaan, observasi, danrefleksi.Teknikpengumpulan data dilakukandenganmetode observasi, metode tes, metode wawancara, dan metode dokumentasi.Data kemampuanpemecahanmasalahsiswadiperolehdaritesevaluasi. Sedangkansikapsiswa, ketrampilansiswa, danperformansi guru diukurberdasarkanpedomanobservasi.
Kemampuanpemecahanmasalahsiswameningkatdari rata-rata 3,0denganketuntasanklasikal 72,73% padasiklus I menjadi rata-rata 3,2 denganketuntasanklasikal 86,36% padasiklus II. Sikapsiswameningkatdaridariprosentase 81,82% padasiklus I menjadi 90,91% dengankriteriasangatbaik (SB) padasiklus II. Ketrampilansiswameningkatdariprosentase 63,64% padasiklus I menjadi 86,36% dengankriteriasangatbaik (SB) padasiklus II. Performansi guru meningkatdariprosentase 85% padasiklus I menjadi 93,33% dengankriteriasangatbaik (SB) padasiklus II.
Berdasarkanhasiltersebut, dapatdisimpulkanbahwapenerapan model Problem Based Learningdapatmeningkatkankemampuanpemecahanmasalahsiswakelas IV SD 3 mejobopadatemapeduliterhadapmakhlukhidupmuatanmatematikadan IPS. Penggunaan media yang konkret, penyediaansumberbelajar, penguatanlangkahdanstrategipemecahanmasalahpadasiswaserta scaffolding merupakanhal-hal yang sangatdisarankanuntukdiberiperhatian.