Abstract :
Iklan ?Cukup! Kurangi korban kecelakaan? yang dikeluarkan oleh
Ditjen Hubdat dan ditayangkan diseluruh stasiun televisi nasional
merupakan salah satu iklan layanan masyarakat. Demi mencegah semakin
bertambahnya tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya di darat, maka
Ditjen Hubdat menghimbau kepada para orang tua sebagai sosok yang
paling dekat dengan anak untuk tidak memberikan ijin kepada anak dibawah
umur mengendarai motor. Anak dibawah umur memiliki tingkat emosi yang
masih labil sehingga dalam mengendarai kendaraan bermotor cenderung
ugal - ugalan sehingga seringkali berujung kecelakaan. Bagaimanakah iklan
ini dapat mempengaruhi tingkat kognisi orang tua di Surabaya bahwa sepeda
motor bukan untuk anak dibawah umur.
Landasan teori yang dipakai yaitu Teori S-O-R. Menurut teori ini
efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus,
sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian
antara pesan dan reaksi komunikan. Selain itu, teori ini menjelaskan tentang
pengaruh yang terjadi pada pihak penerima sebagai akibat dari ilmu
komunikasi.
Teknik sampling yang digunakan adalah purposive samplingartinya
bahwa penentuan sampel mempertimbangkan kriteria - kriteria tertentu yang
telah dibuat pada obyek sesuai dengan tujuan penelitian dalam hal ini
penelitian pada masyarakat di Surabaya. Kriteria pada sampel tersebut
adalah orang tua di Surabaya yang pernah menyaksikan iklan Ditjen Hubdat
dengan slogan ?Cukup! Kurangi korban kecelakaan? ditelevisi dan memiliki
anak dengan tingkat pendidikan SMP.
Setelah melalui pengolahan data dari hasil kuisioner yang dibagikan
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa tingkat pengetahuan orang tua
Surabaya terhadap iklan?Cukup! Kurangi korban kecelakaan? di televisi
terdapat pada kategori tinggi. Dimana responden mengerti dan memahami
isi pesan dalam iklan ?Cukup! Kurangi korban kecelakaan? di televisi
bahwa sepeda motor bukan untuk anak dibawah umur.