Abstract :
Delima (Punica Granatum L)merupakan buah yang kaya akan vitamin C yang
berperan sebagai agen antioksidan. Komponen antioksidan yang terkandung dalam buah
delima ialah jenis polifenol, yaitu terdiri dari antosianin dan tanin. Oleh karena itu
pemanfaatan buah delima menjadi salah satu minuman olahan sangat penting dilakukan
dikarenakan kandungan gizinya yang besar, yaitu menjadi minuman effervescent (bubuk
effervescent sari buah delima).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh masing-masing factor
terhadap mutu serbuk effervescent sari buah delima, dan untuk mendapatkan kombinsi
perlakuan yang terbaik antara asam sitrat dan natrium bikarbonat dalam proses
pembuatan serbuk effervescent sari buah delima. Dalam penelitian ini digunakan metode
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor yaitu konsentrasi asam
sitrat (5, 10, 15)% dan natrium bikarbonat (20, 30, 40)%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik pada pembuatan serbuk
effervescent sari buah delima didapatkan pada penambahan asam sitrat 30% dan natrium
bikarbonat 15%, yang mempunyai kandungan vitamin C 6,108 mg/gr, antioksidan
82,871%, total fenol 4680,781 ppm, antosianin 300,897%, dan kecepatan kelarutan 50,00
detik, dengan nilai uji kesukaan rasa 125,5, uji aroma 113,5, uji warna 98. Hasil analisis
ekonomi sebagai berikut yaitu : biaya titik impas Rp 182.003.739 ; presen titik impas
23,33% ; kapasitas titik impas 454.935 bungkus/tahun ; nilai payback periodselama 2,31
tahun ; NPV Rp 813.269.055; gross B/C 1,53; serta nilai IRR 15,68 %