Abstract :
PG. Djombang Baru dalam memproduksi gula masih memiliki kendala, yaitu
belum adanya lahan tanam tebu sendiri untuk menanam tebu maka untuk memenuhi
kebutuhan bahan baku tebu tersebut pabrik gula disamping menyewa lahan milik
masyarakat juga menjalin kerjasama dengan petani tebu rakyat di sekitar pabrik.
Hubungan kerjasama antara pabrik gula dengan petani sebagai pemasok tebu tersebut
dalam bentuk hubungan kemitraan. Hubungan antara petani tebu rakyat dengan PG.
Djombang Baru yang dijalin dengan dasar kerjasama terkadang berjalan kurang
harmonis dan tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, hal ini akibat dari
masing-masing pihak yang masih cenderung untuk tidak mematuhi kesepakatan yang
telah diputuskan bersama. Fenomena yang menarik tersebut menstimulus peneliti
untuk mengadakan penelitian tentang kemitraan yang sudah dilaksanakan dengan
berbagai permasalahan yang dihadapinya.
Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi masalah penyediaan bahan
baku tebu yang dihadapi oleh petani mitra selama bermitra dengan PG. Djombang
Baru di Kabupaten Jombang.(2) Mengidentifikasi mekanisme pembinaan PG.
Djombang Baru yang diinginkan oleh petani mitra dalam kemitraan antara petani tebu
dengan PG. Djombang Baru di Kabupaten Jombang.(3) Menganalisis tanggapan
petani mitra terhadap bentuk kemitraan yang dibuat oleh PG. Djombang Baru.
Pengambilan data menggunakan Data Primer dan Data Sekunder. Data Primer
yaitu Interview (Data yang didapat saat melakukan penelitian), dan metode kuisioner
(Data yang didapat adalah daftar pertanyaan yang telah diisi oleh responden). Data
Sekunder adalah keadaaan umum perusahaan, sejarah PG. Djombang Baru, Lokasi
PG. Djombang Baru, dan Struktur organisasi PG. Djombang Baru.
Berdasarkan tujuan penelitian dan dari hasil analisis maka dapat disimpulkan
sebagai berikut: 1. Masalah-masalah dalam budidaya tebu yang dihadapi oleh petani
mitra di Kabupaten Jombang adalah sebagai berikut: Persiapan lahan tebu
disebabkan kurangnya tenaga kerja diawal pengolahan lahan, Proses penanaman tebu
disebabkan karena adanya bibit yang digunakan merupakan varietas yang kurang
unggul, Proses pemanenan yaitu dikarenakan keterlambatan pengangkutan, dimana
sarana trasportasi dan jalan kurang mendukung. 2. Mekanisme pembinaan yang di
inginkan dalam kemitraan yang dibuat oleh PG. Djombang Baru, antara lain: Syarat
kemitraan (hak dan kewajiban), Penetapan peserta mitra, Kegiatan pembinaan,
Evaluasi. 3. Petani menilai yang menjadi prioritas utama dalam tingkat kepentingan
kemitraan adalah atribut ketepatan waktu memberikan biaya garap, dan respon
terhadap segala keluhan. Sedangkan tingkat kepuasan yang dirasakan oleh petani
mitra lebih pada atribut kontinuitas suplai komoditas dari petani ke perusahaan dan
pengakutan hasil panen.