Abstract :
Bakteri patogen yang ditularkan melalui makanan dapat menyebabkan
penyakit diare, mual, dan sakit perut, sehingga diperlukan suatu zat yang dapat
digunakan untuk menghambat bakteri tersebut. Daun mangga (Mangifera indica
L.) mengandung senyawa tanin, alkaloid, glikosid, steroid, dan triterpenoid,
saponin, kaumarin, komponen fenolik, dan flavonoid dan juga mangiferin
mempunyai sifat antimikrobia sehingga dapat digunakan sebagai makanan
fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk 1). Mengetahui aktivitas antimikrobia
dari ekstrak daun mangga terhadap bakteri patogen Escherichia coli dan
Staphylococcus aureus dengan menggunakan jenis pelarut dan konsentrasi
ekstrak daun mangga yang berbeda, 2). Menentukan jenis pelarut (air, etanol,
metanol) yang mempunyai kemampuan terbaik untuk mengekstrak senyawa
antimikrobia (alkaloid, fenol, saponin) dari ekstrak daun mangga, 3). Mengetahui
pengaruh jenis pelarut yang terbaik dan konsentrasi ekstrak daun mangga
terhadap pertumbuhan Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada
penyimpanan suhu 370C selama 24 jam.
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola
faktorial dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor pertama adalah jenis pelarut (air,
etanol, metanol) dan faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak daun mangga
(25%, 50%, 75%, 100%) dengan parameter yang diamati adalah zona hambatan,
analisa skrining alkaloid, senyawa fenol, saponin, dan penghambatan
pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada
penyimpanan suhu 370C selama 24 jam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga memiliki
aktivitas antimikroba terhadap bakteri Escherichia coli dengan menggunakan
pelarut etanol tertinggi sebesar 2.5 cm dan aktivitas antimikrobia terendah
sebesar 1.4 cm dengan menggunakan pelarut air, untuk bakteri Staphylococcus
aureus dengan menggunakan pelarut etanol sebesar 2.3 cm dan aktivitas
antimikrobia terendah sebesar 1.3 cm dengan menggunakan pelarut air. Pelarut
etanol (pelarut terbaik), dapat mendeteksi bahwa dalam ekstrak daun mangga
mengandung senyawa antimikrobia yaitu alkaloid dan fenol. Konsentrasi
penghambatan minimal dengan menggunakan pelarut etanol terhadap bakteri
Escherichia coli pada konsentrasi 75% yang dapat menurunkan sebesar 4 Log
cycle, dan untuk bakteri Staphylococcus aureus dengan pelarut etanol pada
konsentrasi 75% dapat menurunkan sebesar 3 Log cycle.
Kata kunci : daun mangga (Mangifera indica L.), pelarut, Escherichia coli,
Staphylococcus aureus, antimikrobia.