Abstract :
Umbi suweg merupakan bahan pangan lokal yang belum banyak
dimanfaatkan. Pemanfaatan umbi suweg salah satunya adalah sebagai tepung.
Tepung suweg kaya akan karbohidrat dan serat kasar. Tepung suweg dapat
dimanfaatkan dalam pembuatan cookies sehingga dapat mengurangi
ketergantungan terhadap tepung terigu sebagai bahan baku pembuatan cookies.
Penambahan tepung suweg dalam pembuatan cookies akan menyebabkan cookies
bertekstur keras, perlu penambahan kuning telur. Kuning telur berfungsi untuk
merenyahkan, karena adanya emulsifier berupa lesitin yang mempunyai peran dapat
menghasilkan cookies yang lebih renyah, dapat membantu menyebarkan lemak
keseluruh bagian adonan dan memperbaiki struktur
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun
secara faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang 3 kali. Faktor I adalah subtitusi
tepung suweg 10%, 20%, 30% dan faktor II adalah penambahan kuning telur 60gr,
65gr, 70gr.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada
perlakuan substitusi tepung umbi suweg 10% (b/b) dan penambahan kuning telur
70gr yang menghasilkan cookies dengan kriteria kadar air 4,927%, kadar pati
69,145%, kadar protein 9,096%, kadar serat kasar 0,382%, dan rendemen 86,040%,
nilai organoleptik rasa 150 ; warna 147; tekstur 133; Hasil analisis finansial diperoleh
nilai Break Event Point (BEP) 25,35%, atau sebesar Rp. 82.407.441,85-, Pay Back
Periode (PP) perusahaan 4 tahun 1 bulan, Benefit Cost Ratio 1.0056, NPV
Rp.3.860.961 dan IRR 17,787%.
Keywords: cookies, tepung suweg, kuning telur