Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
DANNY, DWI SANTOSO
Subject
TH845 Architectural engineering. Structural engineering of buildings
Datestamp
2013-11-21 01:58:07
Abstract :
Pengrajin batik di Bangkalan memiliki potensi kerajinan batik yang
mempunyai ciri khas dalam motif serta cara pengelolaannya mulai dari batik tulis,
cap dan juga batik gentongan yang memiliki nilai potensi untuk dikembangkan
karena pangsa pasar Lokal maupun Nasional, dari potensi tersebut dapat
ditingkatkan dengan cara memberikan pelatihan secara kualitas dan kuantitas.
Kerajinan batik di Kabupaten Bangkalan ini memiliki 5 segmen industri batik
yaitu industri batik besar, menengah, kecil, mikro dan sentra yang masing-masing
memiliki kendala. Pengrajin batik letaknya tersebar di desa-desa. Kondisi
pengrajin saat ini masih berproduksi di rumah-rumah dan pemasaran dirumah,
sehingga Dinas Industri & Perdagangan sulit untuk memantau kualitas produk
yang dihasilkan sehingga perlu adanya suatu wadah yang terpusat untuk
memfasilitasi kegiatan tersebut.
Perancangan Pusat Pengembangan Batik Madura ini menggunakan pendekatan
Contextualism karena perancangan ini ingin mencitrakan bangunan pelatihan
batik Madura. Menurut Richardson Contextualism yaitu ?pemikiran yang
berusaha untuk beradaptasi dengan lingkungan fisik buatan disekitarnya. konsep
ini diterapkan didaerah urban, karena alam bukan lagi faktor yang dominan yang
harus dipertimbangkan dalam merancang bangunan. komposisi memperhatikan
utilitarian area?.
Pusat Pengembangan Batik Madura merupakan sebuah wadah untuk
meningkatkan kualitas dan kuantitas batik, dengan cara memberikan pelatihan dan
pemasaran yang bersifat rekreatif, serta meningkatkan nilai-nilai budaya dan juga
mengeksplorasi sumber daya alam setempat sehingga terjaga dari kemusnahan,
serta menjadikan pusat pengembangan ini menjadi tempat percontohan kerajinan
batik Madura di Kabupaten-Kabupaten yang lain maupun tingkat Nasional.
Kata Kunci : Contextualism; Pelatihan; Pemasaran.