Abstract :
Di pulau Madura terdapat berbagai macam toko-toko penjualan benda
kerajinan yang tersebar di berbagai daerah namun belum ada yang mewadahinya
menjadi satu, sehingga banyak produsen atau para pengrajin yang hasil
kerajinannya belum dapat diperkenalkan karena terbatasnya sarana informasi.
Selain itu bagaimana mewujudkan atau mewadahi hasil dari para pengrajin
sehingga kerajinan tersebut dapat dikenal serta diperdagangkan. Dan juga
merancang suatu wadah yang memanfaatkan potensi dari lingkungan yang
merupakan pintu masuk dari pulau Madura.
Galeri Kerajinan Khas Madura di Kawasan Suramadu merupakan suatu
wadah ruang pamer dengan memiliki karakter berbeda antara ruang pamer yang
difungsikan sebagai penjualan dan ruang pamer yang bersifat kolektor dengan
konsep rancangan yang mengambil pendekatan combined metaphor Menurut
Anthony C. Antoniades, yang berdasarkan pada karakter masyarakatnya dan
juga konsep dari Tanean Lanjang yang merupakan budaya dari rumah adat
Madura.
Rancangan dari Galeri Kerajinan Khas Madura di Kawasan Suramadu ini
menerapkan sebuah tatanan massa, didasari pada sebuah konsep dari Tanean
Lanjang yang memiliki open space antar bangunannya yang berfungsi sebagai
pengikat dan juga dengan penerapan karakter-karakter masyarakat yang
diaplikasikan pada rancangan.
Kata Kunci : Combined Metaphor, Galeri Kerajinan Khas Madura, Tanean
Lanjang
Hak