Abstract :
Pada era otonomi, daerah diberi wewenang dan tanggung jawab yang besar
untuk mengelola sumber-sumber keuangan (desentralisasi administratif) demi
kemakmuran rakyat di daerahnya. Hal ini berakibat pada fungsi dan peran yang
harus dimainkan oleh para pejabat di daerah. Para pejabat yang melakukan fungsi
perencanaan serta pengendalian anggaran adalah manajer dalam satuan kerja
perangkat daerah. Manajer merupakan orang yang bertanggungjawab atas organisasi
atau unit yang dipimpinnya. Sedangkan kinerja manajerial adalah penilaian perilaku
manajer dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang
diberikan kepadanya dalam rangka pencapaian tujuan organisasi. Kinerja manajerial
dipengaruhi oleh beberapa faktor baik yang berhubungan dengan diri sendiri
maupun yang berhubungan dengan lingkungan instansi atau organisasi. Kebutuhan
informasi manajerial juga dipengaruhi oleh faktor personalitas yang ditunjukkan
dengan locus of control dan lingkungan organisasi seperti budaya organisasi dan
komitmen organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh
Locus of Control, Budaya Organisasi dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja
Manajerial.
Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik
analisis Regresi Linier Berganda. Data yang dipergunakan adalah data primer.
Populasi dalam penelitian ini adalah para manajer di tingkat top dan middle yang
bekerja di Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Kota Surabaya yang
berjumlah 21 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode sensus.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah berdasarkan uji kecocokan model,
Locus of Control, Budaya Organisasi, dan Komitmen Organisasi berpengaruh
terhadap Kinerja Manajerial. Secara parsial variabel Locus of Control dan Budaya
Organisasi tidak berpengaruh terhadap Kinerja Manajerial, sedangkan variabel
Komitmen Organisasi berpengaruh terhadap Kinerja Manajerial.
Kata kunci : Locus of Control, Budaya Organisasi, Komitmen Organisasi dan
Kinerja Manajerial.