Abstract :
PENGGUNAAN INFORMASI KEUANGAN UNTUK MEMPREDIKSI KEUNTUNGAN INVESTASI BAGI INVESTOR PADA
PERUSAHAAN ROKOK YANG
GO PUBLIK DI BEI
Milka Andrea Erridani
Abstraksi
Pasar Modal menurut Tampubolon adalah tempat pertemuan antara pencari dana (emiten) dan penanam modal (investor). Di tempat inilah para pelaku pasar yaitu individu-individu atau badan usaha yang memiliki kelebihan dana melakukan investasi dalam surat berharga yang ditawarkan oleh emiten. Sebaliknya perusahaan yang membutuhkan dana menawarkan surat berharga dengan cara listing terlebih dahulu pada badan otoritas di pasar modal sebagai emiten. Pada dasarnya, pasar modal (capital market) merupakan pasar untuk berbagai instrumen keuangan jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk utang maupun modal sendiri. Tujuan penelitian ini adalah menguji apakah perubahan laba bersih, perubahan piutang, perubahan hutang dan perubahan arus kas merupakan prediktor keuntungan investasi (laba per lembar saham) di masa mendatang.
Variabel penelitian terdiri dari Perubahan Laba Bersih (X1), Perubahan Piutang (X2), Perubahan Hutang Dagang (X3), Perubahan Arus Kas (X4), dan Keuntungan Investasi (Laba Per Lembar Saham) (Y). Perusahaan rokok yang go publik di BEI ada 4 perusahaan, sehingga populasi penelitian ini adalah data laporan keuangan keempat perusahaan tersebut sejak tahun 2004 sampai tahun 2008. Teknik penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu penentuan sampel berdasarkan ciri yang dimiliki oleh sampel dari populasi, sedangkan teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda.
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa Perubahan Laba Bersih berpengaruh positif dan tidak signifikan, Perubahan Piutang berpengaruh negatif dan tidak signifikan, Perubahan Hutang Dagang berpengaruh positif dan tidak signifikan dan Perubahan Arus Kas berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Keuntungan Investasi (Laba Per Lembar Saham). Sehingga dapat disimpulakan bahwa perubahan laba bersih, perubahan piutang, perubahan hutang dagang dan perubahan arus kas bukan merupakan prediktor keuntungan investasi (Laba Per Lembar Saham) di masa mendatang.
Keyword: Perubahan Laba Bersih, Perubahan Piutang, Perubahan Hutang Dagang, Perubahan Arus Kas dan Laba Per Lembar Saham