Abstract :
Menonton program acara Tahan Tawa di Trans TV memang selalu
menarik perhatian orang yang terlepas dari kejenuhan. Sebagai media hiburan,
televisi menyediakan hiburan untuk pengalihan perhatian dan sarana relaksasi
serta meredakan ketegangan ? ketegangan sosial Program acara Tahan Tawa itu
sendiri adalah sebuah tayangan yang berisikan kejahilan (keusilan) isinya berupa
practical joke yang sifatnya situasi atau yang menggunakan property untuk dapat
mengerjai ataupun menjebak korbannya ke dalam situasi komedi yang pada
akhirnya akan mengundang tawa.
Landasan teori yang digunakan yaitu Teori Uses and Gratification dimana
anggapan dasar dari teori ini menyatakan bahwa teori ini tidak tertarik pada apa
yang dilakukan media terhadap orang. Jadi anggota khalayak dianggap aktif
menggnakan media massa untuk memenuhi kebutuhannya. Penelitian ini
menganalisis fenomena tersebut mengacu pada tiga motif, yaitu motif kognitif
motif identitas personal, dan motif diversi dengan masing ? masing indikatornya.
Segmentasi dari penelitian ini adalah para pemirsa yang berusia 18 ? 40
tahun bertempat tinggal di Surabaya. Penarikan sampel dilakukan dengan
menggunakan teknik purposive sampling . teknik pengumpulan data pada tiap
motif menggunakan kuesioner yang disebar ke 100 responden, dan analisi data
menggunakan analisis deskriptif.
Kesimpulannya, ada tiga motif yang mendasari penonton menyaksikan
acara Tahan Tawa di Trans TV, yaitu motif kognitif, motif identitas personal, dan
motif diversi.