Abstract :
Perusahaan manufaktur merupakan perusahaan yang sangat mudah
terpengaruh oleh fluktuasi ekonomi. Hal tersebut dikarenakan kegiatan
perusahaan manufaktur adalah mengolah bahan mentah menjadi bahan jadi
melalui proses produksi. Sehingga rentan terhadap fluktuasi ekonomi seperti
perubahan harga bahan baku, harga bahan bakar maupun perubahan nilai tukar
rupiah terhadap US Dollar. perusahaan manufaktur yang go publik di Bursa Efek
Indonesia memiliki tingkat hutang yang relatif tinggi, kondisi tersebut
menggabarkan bahwa semakin besar hutang berarti semakin besar aktiva atau
pendanaan perusahaan yang diperoleh dari hutang. Semakin besar hutang maka
semakin besar kemungkinan kegagalan perusahaan untuk tidak mampu membayar
hutangnya, sehingga berisiko mengalami kebangkrutan.
Populasi dalam penelitian ini adalah laporan keuangan perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, tahun 2009 ? 2011 dimiliki
oleh sampel sebesar 33 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 17
perusahaan. Teknik sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling.
Data yang dipergunakan adalah data sekunderyaitu data yang berupa dokumentasi
perusahaan yang diserahkan ke Bursa Efek Indonesia. Sedangkan analisis yang
digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan dari hasil penelitian, menyimpulkan bahwa 1).dividen payout
rasio memberikan kontribusi terhadap kebijakan hutang perusahaan manufaktur
yang go publik di BEI. 2). Kepemilikan institusional kurang mampu memberikan
kontribusi terhadap kebijakan hutang perusahaan manufaktur dan 3).Kepemilikan
manajerial mampu memberikan kontribusi terhadap kebijakan hutang perusahaan
manufaktur.
Keywords : Dividen Payout Ratio, Kepemilikan Insttusional, Kepemilikan
Manajerial, Kebijakan Hutang