Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
SILTA , RESLITA BR GINTING
Subject
S Agriculture (General)
Datestamp
2013-11-15 08:36:55
Abstract :
Penanaman embrio kelapa kopyor dalam media agar secara aseptik
dilakukan untuk menyelamatkan embrio kelapa kopyor yang sulit dikembangkan
dengan cara konvensional. Media aseptik yang sudah dikembangkan yaitu media
Eeuwens (Y3) dan Murashige dan Skoog (MS) yang merupakan media buatan yang
tersusun dari bahan kimia murni yang mahal harganya. Oleh karena itu, dibuat
media alternatif sebagai pengganti media yang ada, melalui modifikasi media
terhadap media yang telah ada dan membuat beberapa media baru dengan
komposisi lebih murah, sederhana dan mudah didapat. Embrio kelapa kopyor yang
digunakan berasal dari Pati, Jawa Tengah yang kemudian ditanam pada berbagai
modifikasi media yakni (Media 1). Eeuwens (Y3) (Kontrol), (Media 2). Eeuwens (Y3)
+ Air kelapa 150 ml/l + Grow Quick S (GQS) 2 ppm/l + Grow Quick R (GQR) 2
ppm/l, (Media 3). Gandasil D 2 g/l + Air Kelapa 150 ml/l, (Media 4). Air Kelapa 150
ml/l, (Media 5). Air Kelapa 150 ml/l + Santan 100 ml/l dan (Media 6). MS. Dari ke-6
perlakuan, embrio yang paling baik pertumbuhannya hingga tahap penumbuhan
planlet adalah embrio yang ditanam di dalam media Y3 dengan rata-rata panjang
tunas 2.54 cm dan MS 2.45 cm. Kedua media tersebut merupakan media tumbuh
buatan yang tersusun dari bahan kimia murni yang mengandung nutrisi lengkap
seperti makro, mikro, besi dan vitamin. Pada modifikasi media (Media 2). Y3+ Air
kelapa 150 ml/l + Grow Quick S (GQS) 2 ppm/l + Grow Quick R (GQR) 2 ppm/l
tidak lebih baik dari Y3 (Kontrol) menghasilkan rata-rata panjang tunas 1.33 cm.
Sedangkan modifikasi media (Media 3). Gandasil D 2 g/l + Air Kelapa 150 ml/l
menghasilkan 1.58 cm, (Media 4). Air Kelapa 150 ml/l menghasilkan 0.85 cm,
(Media 5). Air Kelapa 150 ml/l + Santan 100 ml/l menghasilkan 0.96 cm. Media
tersebut merupakan media yang sumber nutrisinya berasal dari pupuk daun
Gandasil D, air kelapa dan santan yang berbahan murah dan mudah untuk didapat.
Media tersebut juga menunjukkan respon embrio kelapa kopyor dapat tumbuh dan
berkecambah walaupun pertumbuhannya lambat, dengan demikian dapat diketahui
bahwa media modifikasi tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai media
kultur embrio kelapa kopyor.
Kata Kunci : embrio, kelapa kopyor, modifikasi media