Abstract :
Pembangunan ekonomi di suatu negara sangat bergantung pada
perkembangan dinamis dan kontribusi nyata dari sektor perbankan. Ketika
sektor perbankan terpuruk perekonomian nasional juga ikut terpuruk.
Demikian pula sebaliknya, ketika perekonomian mengalami stagnasi sektor
perbankan juga terkena imbasnya dimana fungsi intermediasi tidak berjalan
normal. Penyaluran kredit memungkinkan masyarakat untuk melakukan
investasi, distribusi, dan juga konsumsi barang dan jasa, mengingat semua
kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi selalu berkaitan dengan
penggunaan uang. Kelancaran kegiatan investasi, distribusi, dan konsumsi ini
tidak lain adalah kegiatan pembangunan perekonomian masyarakat. Melalui
fungsi ini bank berperan sebagai Agent of Development. Sejumlah penelitian
menunjukkan bahwa penyaluran kredit mendorong pertumbuhan ekonomi
suatu negara.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar faktor
pendukung yang mempengaruhi perkembangan Penyaluran Kredit Perbankan
di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan data sekunder selama 13 tahun
sejak tahun 2000-2012 dengan menggunakan perhitungan analisis regresi
linier berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh secara simultan dan
parsial dari variabel Dana Pihak Ketiga/DPK, Suku Bunga SBI, Nilai Tukar
IDR/USD, dan Tingkat Inflasi. Terhadap variabel Penyaluran Kredit
Perbankan sebagai variabel terikatnya.
Dari pengujian hipotesis secara parsial diperoleh hasil bahwa variabel
independen DPK berpengaruh signifikan, sedangkan SBI, Nilai Tukar, Inflasi
tidak ada berpengaruh yang signifikan (nyata) terhadap variabel dependen
Penyaluran Kredit Perbankan. Dari keempat variabel independen yang paling
dominan berpengaruh adalah variabel DPK dengan nilai koefisien beta regresi
sebesar (+) 4,918. Hal ini dikarenakan sumber dana yang dihimpun dari
masyarakat merupakan salah satu sumber dana terpenting bagi kegiatan
operasional bank.
Kata kunci : Penyaluran kredit, DPK, SBI, Nilai tukar, dan Inflasi.