Abstract :
Salah satu kebutuhan yang cukup penting dan esensial bagi manusia adalah
kebutuhan akan informasi. Pada umumnya manusia selalu mencari informasi yang
dianggapnya perlu unutk diketahui, manusia dapat mengikuti peristiwa-peristiwa
yang terjadi disekitarnya maupun ditempat lain melalui informasi yang diperolehnya.
Berita dalam pandangan fishman, bukanlah refleksi atau distorsi dari realitas yang
seakan berada diluar sana. Berita adalah hasil akhir dari proses kompleks dengan
menyortir dan menentukan peristiwa dan tema-tema tertentu dalam satu kategori
tertentu. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
bagaimanakah surat kabar Jawa Pos dan Kompas dalam membingkai berita mengenai
kasus korupsi simulator SIM yang melibatkan Djoko Susilo.
Metode penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan menggunakan analisis framing. Analisis framing dibagi menjadi
empat struktur dimensi yaitu, Sintaksis, Skrip, Tematik, dan Retoris.
Hasil yang dicapai dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis framing
Zhondang Pan dan Gerald M.Kosicki, mengenai pemberitaan kasus korupsi simulator
sim yang melibatkan Djoko Susilo edisi Desember 2012-Maret 2013 pada surat kabar
Jawa Pos dan Kompas. Kedua surat kabar ini memiliki strategi dan teknik penulisan
yang berbeda, yang diterapkan dalam menonjolkan mendeskripsikan beritanya untuk
dibingkai. Surat kabar Jawa Pos dalam penulisan kalimat dan kata-kata dalam
pemberitaan agak menyudutkan dan kurang memihak. Surat kabar Kompas memiliki
frame yang cenderung netral, kalimat dan kata-kata yang digunakan dalam
penyampaian beritanya banyak kata kiasan dan lebih halus.
Keyworld: framing, berita tentang kasus korupsi simulator SIM