Abstract :
Penelitian ini dilakukan pada usaha konveksi mikro kecil di Kabupaten Kudus yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan, motivasi, dan budaya kerja terhadap kinerja karyawan dengan mempertimbangkan kepemimpinan sebagai variabel interveningnya. Populasi penelitian adalah karyawan bagian produksi pada usaha konveksi mikro kecil di Kabupaten Kudus, dengan metode pengambilan sampel non-probability sampling dengan teknik pengambilan sampel purposive quota sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 93 responden, kemudian dianalisis dengan SEM PLS melalui software SmartPLS versi 1.10. Kemampuan, motivasi, dan budaya kerja sebagai variabel independen (X), dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen (Y2) dengan kepemimpinan sebagai variabel intervening (Y1). Dalam model penelitian ini ada 10 (sepuluh) hipotesis yang telah dikembangkan dengan hasil hipotesis menunjukkan bahwa 5 (lima) hipotesis yang diajukan diterima dan 5 (lima) hipotesis ditolak.
Dari hasil analisis didapatkan bahwa kinerja karyawan dapat ditingkatkan melalui peningkatan motivasi, budaya kerja, dan kepemimpinan, sedangkan meningkatnya kemampuan tidak berpengaruh secara langsung terhadap meningkatnya kinerja karyawan. Terdapat indikasi bahwa budaya kerja memiliki peran terbesar dalam mempengaruhi kepemimpinan dan kinerja karyawan. Meningkatnya budaya kerja akan meningkatkan kepemimpinan dan kinerja karyawan. Peran kepemimpinan sebagai intervening hanya efektif mempengaruhi kemampuan terhadap kinerja karyawan dimana kemampuan mempunyai pengaruh langsung yang negatif terhadap kinerja karyawan sehingga diperlukan kepemimpinan yang baik agar meningkatnya kemampuan dapat meningkatkan kinerja karyawannya.