Abstract :
Tebu
(Saccharum officinarum)
merupakan salah satu komoditi perkebunan yang
penting dalam pembangunan sub sektor perkebunan antara lain untuk memenuhi
kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara.
Rendemen tebu dipengaruhi oleh kualitas tebu dan efisiensi pabrik. Kontribusi kualitas
tebu terhadap rendemen adalah sebesar 87,7 %, sedangkan kontribusi efisiensi
pabrik terhadap rendemen hanya 12,3 %. Kondisi ini menunjukkan bahwa, kualitas tebu
mempunyai peran yang sangat penting untuk pencapaian rendemen yang semaksimal
mungkin.
Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Mengetahui rendemen tebu
selama 7 tahun terakhir dan prediksi 5 tahun yang akan datang pada tahun 2016 di
pabrik gula Toelangan. (2) Menganalisis faktor ? faktor yang mempengaruhi
rendemen tebu di PG Toelangan Sidoarjo. (3) Mengetahui solusi yang di lakukan
oleh pabrik gula Toelangan dari aspek sosial dan ekonomi untuk mengatasi
rendemen tebu.
Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan trend quadratik
perkembangan rendemen tebu di Pabrik Gula Toelangan sedangkan faktor-faktor
yang mempengaruhi rendemen tebu menggunakan analisis regresi linier berganda
dengan variabel independen produksi tebu (X
1
), pupuk (X
2
), umur panen tebu
(X
3
), waktu tunggu diemplasemen (X
4
), dummy variabel jenis tebu (D
1
) dan
dummy keprasan (D
2
) serta dalam meneliti solusi yang dihadapi oleh Pabrik Gula
Toelangan hanya menggunakan analisis deskriktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linier berganda
didapatkan bahwa faktor yang signifikan mempengaruhi rendemen tebu adalah
produksi tebu,pupuk,jenis tebu dan keprasan sedangkan umur panen tebu dan
waktu tunggu diemplasemen tidak begitu berpengaruh terhadap rendemen tebu.
Perkembangan rendemen tebu dari 7 tahun terakhir telah menunjukkan kenaikan
angka rendemen tebu di Pabrik Gula Toelangan dan dapat dilihat pula dengan 5
tahun kedepan yaitu tahun 2012-2016 rendemen tebu yang didapat mengalami
kenaikan sebesar 8,5% meskipun tidak mencapai target yang diharapkan. Solusi
yang diharapkan oleh Pabrik Gula Toelangan lebih dilihat dari segi teknik dan
sosial di dalam pabrik yaitu dengan melakukkan revitalisasi PG untuk mengatasi
rendemen tebu agar kedepannya rendemen yang dihasilkan meningkat serta PG
Toelangan lebih memperhatikan lagi produksi tebu yang kurang memadai
sehingga produksi yang didapat PG tidak sesuai dengan rendemen tebu yang
ditargetkan. Permasalahan yang ada di PG Toelangan rata-rata dapat diselesaikan
dengan baik hanya saja ada yang harus diperbaiki lagi yang ada di dalam PGnya