Abstract :
Indonesia juga kaya akan sumber daya hayati yaitu Tanaman Rempah dan
Obat (TRO). Pemanfaatan tanaman sebagai bahan baku obat dan atsiri telah
dilakukan sejak zaman dahulu, secara turun-temurun. Saat ini bahan baku TRO
melimpah di masyarakat. Pemanfaatan TRO, selain industri jamu diharapkan
mampu meningkatkan kemauan petani untuk bercocok tanam TRO sehubungan
dengan peningkatan permintaan pasar yang secara langsung mampu meningkatan
pendapatan petani. Minyak atsiri dari TRO diketahui mengandung senyawa aktif
yang dapat digunakan sebagai bahan baku pestisida, hal ini berkaitan dengan
sifatnya yang mampu membunuh, mengusir, dan menghambat serangga hama
untuk makan, serta mengendalikan penyakit tanaman.
Tujuan dari penelitian ini adalah untukmengetahui populasi hama dan
persentase serangan hama pada tanaman kubis. Dan mengetahui efektifitas
pestisida nabati (Mimba, Gadung, Laos, dan Serai) terhadap hama pada tanaman
kubis. Metode penelitian faktor tunggal dengan menggunakan lima perlakuan
pestisida yaitu mimba dan laos, mimba dan serai, mimba dan gadung, mimba,
serai, laos, gadung, pestisida kimia Regent. Dengan ulangan sebanyak 5 (lima)
kali.
Berdasarkan penelitian tentang efektifitas pestisida nabati (mimba,
gadung, laos, dan serai) terhadap hama pada tanaman kubis, dapat disimpulkan
bahwa : Populasi hama pada tanaman kubis yang terbanyak terdapat pada
perlakuan A sebesar 218,4, kemudian diikuti perlakuan D sebesar 204,44, C
sebesar 195,84 dan B sebesar 79,52. Sedangkan persentase serangan hama yang
terbesar terdapat pada perlakuan D sebesar 60,12 %, yang diikuti perlakuan A
sebesar 57,37 %, C sebesar 52,56 % dan B sebesar 37,62 % dan efektifitas
pestisida nabati yang terbaik terdapat pada perlakuan B (mimba+gadung), yang
kemudian diikuti perlakuan C (mimba+serai), A (mimba+gadung+serai+laos) dan
D (mimba+laos).