Abstract :
Dengan adanya penataan kota di kota Surabaya dan adanya perekonomian
yang saat ini berkembang dengan pesat terjadilah banyaknya pengangguranpengangguran
dimana-mana. Demikian juga dengan pendidikan yang dikarenakan
biaya yang berat membuat anak-anak tidak dapat melanjutkan sekolahnya dengan
baik. Pemerintah kota Surabaya menginginkan pedagang kaki lima tersebut
mereka memiliki tempat yang khusus untuk pedagang kaki lima yang berjualan
makanan dan minuman yaitu salah satunya adalah food court urip sumoharjo
Surabaya ini.
Dan adanya sektor usaha mikro,kecil menengah merupakan sektor yang
penting dalam suatu perekonomian nasional. Sektor ini telah diuji mampu
mendorong ekonomi nasional pada saat negara dalam kondisi yang krisis dan
dapat menampung tenaga kerja yang dalam jumlah besar.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu yang
digunakan sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa
kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang dapat di amati. Dalam
penalitian ini digunakan 5 responden dengan menggunakan wawancara
mendalam. Dimana responden ini diambil dengan menggunakan teknik purposive.
Dari hasil strategi bisnis pedagang kaki lima (studi kasus pedagang kaki
lima di food court urip sumoharjo Surabaya) yang diamati dalam penelitian
menunjukkan bahwaa didalam mengelola keuangan, para PKL masih melakukan
pencatatan keuangan secara tradisional (manual) dalam artian mereka belum
memisahkan antara keuangan pribadi dan usaha. Dari sisi strategi produksi, para
PKL berusaha mempertahankan resep maupun menu yang mereka sajikan kepada
konsumen. Dalam aspek pemasaran, para PKL lebih bersikap pasif dalam
memasarkan produk mereka. Sedangkan didalam sumber daya manusia merekrut
tenaga kerja, mereka mengambil tenaga kerja dari daerah asal maupun dari
keluarga dekat mereka.