Abstract :
Setiap instansi memiliki sistem informasi untuk pimpinan. Karena itu
pimpinan memegang peranan penting dalam setiap tahap siklus pengembangan
sistem informasi akuntansi. Anggaran adalah sebuah proses yang dilakukan oleh
organisasi untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya ke dalam
kebutuhan-kebutuhan operasional. Kantor Kecamatan Tegalsari Surabaya juga
mempunyai perencanaan anggaran. Selama 3 tahun terakhir terdapat selisih antara
anggaran yang direncanakan oleh Kecamatan Tegalsari dengan dana realisasi
kegiatan yang telah dilakukan. Selisih lebih yang timbul antara anggaran dan
realisasi setiap tahunnya menandakan bahwa adanya suatu penghematan dalam
penggunaan anggaran untuk kegiatan-kegiatan operasional. Oleh karena itu perlu
diketahui karakteristik informasi sistem akuntansi manajemen, desentralisasi dan
partisipasi penyusunan anggaran yang dilakukan di Kecamatan Tegalsari
berpengaruh terhadap kinerja manajerial.
Penelitian ini dilaksanakan secara Survei dengan menggunakan data
primer dari responden yang menjadi obyek penelitian. Variabel pada penelitian ini
adalah Informasi Sistem Akuntansi Manajemen (X1), Desentralisasi (X2),
Penyusunan Anggaran (X3) dan Kinerja Manajerial (Y). Sampel yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Kepala-kepala Bagian di Lingkungan Kecamatan
Tegalsari Surabaya yang berjumlah 26 orang dengan menggunakan metode
Probability Sampling yaitu Proportionate Stratified Random Sampling sedangkan
teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Square (PLS).
Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan diperoleh kesimpulan bahwa
Karakteristik Informasi Sistem Akuntansi Manajemen tidak mempunyai
kontribusi terhadap Kinerja Manajerial di Lingkungan Kecamatan Tegalsari
Surabaya dan Desentralisasi dan Partsipasi Penyusunan Anggaran mempunyai
kontribusi terhadap Kinerja Manajerial di Lingkungan Kecamatan Tegalsari
Surabaya
Keyword: Informasi Sistem Akuntansi Manajemen, Desentralisasi, Penyusunan
Anggaran, dan Kinerja Manajerial