Abstract :
Gelandangan dan Pengemis merupakan dua istilah yang digunakan untuk
menunjuk seseorang yang hidupnya menggelandang, meminta minta tanpa memiliki
tempat tinggal secara tetap. Gelandangan dan Pengemis boleh dikatakan bagaikan
dua keping mata uang yang tidak terlalu jauh dalam hal perbedaan, karena keduanya
secara fungsional bisa terjadi dalam saat yang bersamaan. Gelandangan bisa
sekaligus menjadi pengemis, demikian pula pengemis bisa menjadi gelandangan.
Gelandangan dan pengemis hidupnya dengan mengharap belas kasihan dari orang
lain dengan cara mengemis atau mengamen. Gelandangan dan pengemis hidup dan
mempunyai tempat tinggal di kolong jembatan, stasiun kereta api dan membangun
gubuk liar di tepi sungai yang menyebabkan pencemaran lingkungan sehingga
menimbulkan masalah kesehatan dan keamanan lingkungan masyarakat. Tujuan
penelitian ini adalah mendeskripsikan, menganalisis dan menginterpretasikan tentang
Pemberdayaan gelandangan dan pengemis di Kabupaten Sidoarjo (Studi kasus di
UPTD Liponsos Sidokare)
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian adalah
Bimbingan keterampilan, bimbingan agama, bimbingan sosial, dan bimbingan fisik.
Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
yang dilakukan dengan cara observasi dan wawancara. Analisa data dalam Penelitian
ini dengan menggunakan model interaktif.
Dari hasil penelitian dan pembahasan menghasilkan kesimpulan yaitu
pemberdayaan gelandangan dan pengemis di kabupaten sidoarjo (studi kasus di
UPTD Liponsos Sidokare) melalui bimbingan keterampilan, bimbingan agama,
bimbingan sosial dan bimbingan fisik yang mampu meningkatkan kesejahteraan
gelandangan dan pengemis beserta keluarganya setelah keluar.
Kata Kunci : kesejahteraan sosial, pemberdayaan dan gelandangan dan pengemis.