Abstract :
Penelitian ini didasarkan pada fenomena kejahatan atau kriminalitas di
dalam angkutan umum terhadap wanita. Sebagai tindakan preventif dan bentuk
respon kebutuhan masyarakat khususnya para wanita, Pemerintah kota Surabaya
mengadakan bus kota Damri khusus wanita pada tanggal 2 Juli 2012. Diharapkan
ada respon positif berkaitan dengan antusias minat masyarakat dalam
menggunakan bus wanita. Namun sebaliknya, pada kenyataanya berbeda dengan
yang diharapkan. Peminat bus wanita sedikit sehingga mengharuskan Damri
sebagai penyedia jasa transportasi untuk mengurangi armada yang dioperasikan
guna mengurangi kerugian. Penelitian ini menaruh perhatian pada kecenderungan
minat masyarakat dalam menggunakan bus wanita. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui minat masyarakat dalam menggunakan bus kota Damri khusus wanita
di Surabaya.
Metode yang digunakan adalah purposive random sampling, yang termasuk
dalam penelitian deskriptif melalui pendekatan kualitatif dengan 3 (tiga) fokus
penelitian yaitu faktor pengguna jalan, faktor pergerakan dan faktor fasilitas moda
transportasi Sumber dan jenis data dalam penelitian ini adalah data primer dan
sekunder. Teknik pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Analisis data dilakukan reduksi data dan instrument penelitian ini
adalah pedoman wawancara, catatan dilapangan, dan koneksi internet.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, minat masyarakat dalam
menggunakan bus wanita yang dipengaruhi oleh faktor pengguna jalan terdapat
kecenderungan karena keterbatasan kepemilikan kendaraan pribadi. Pada faktor
pergerakan karena ketidak tepatan jadwal operasional dan intensitas bus yang
jarang. Pada faktor fasilitas moda transportasi karena tarif bus wanita relatif
mahal.
Kata Kunci : transportasi, minat, pengguna jalan, pergerakan dan fasilitas moda
transportasi.