Abstract :
Berdasarkan fenomena bahwa banyak remaja yang putus sekolah. Remaja
yang kesusahan membayar uang pendidikan dan terpaksa harus keluar dari
bangku sekolah karena tidak tahu dan kurang mengerti apa yang akan dilakukan
mereka di kemudian hari sehingga sebagian dari mereka pun harus mengais rejeki
di jalanan, masuk ke dunia narkoba, melakukan tindakan kriminal sampai
pergaulan bebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan &
menganalisa tentang tahap-tahap pemberdayaan anak remaja putus sekolah
terlantar.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Fokus penelitian ini adalah
Tahap Penyadaran yang meliputi bimbingan mental (keagamaan, budi pekerti,
kedisiplinan, dan permildas), bimbingan sosial (konseling bimbingan sosial
individu, kelompok & pengetahuan), bimbingan fisik (OR, SKJ, kegiatan fajar
serta bimbingan kesehatan diri & kebersihan lingkungan), Tahap Pengkapasitasan
yang meliputi ketrampilan menjait, ketrampilan elektronik, ketrampilan tata rias/
salon kecantikan, ketrampilan otomotif (sepeda motor), ketrampilan pertukangan
kayu, Tahap Pemberian Daya yang meliputi kegiatan persiapan penyaluran
(pemagangan kerja) dan kegiatan pelaksanaan penyaluran atau pengembalian
klien ke lingkungan keluarga atau masyarakat. Metode yang digunakan adalah
deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
observasi dan wawancara. Analisa data dalam penelitian ini dengan menggunakan
model interaktif.
Dari hasil penelitian dan pembahasan menghasilkan kesimpulan : 1)
Pemberdayaan pada tahap ini telah mampu meningkatkan kemampuan diri,
kepercayaan diri dan harga diri remaja putus sekolah terlantar tetapi bagi klien
yang kurang aktif kurang diberikan kesempatan dalam bimbingan kelompok
dikarenakan mereka yang aktif selalu mendominasi forum-forum/kegiatan
kelompok. 2) Pemberdayaan pada tahap ini telah mengembangkan potensi diri,
minat dan bakat remaja putus sekolah terlantar menjadi manusia yang berdaya
guna dan berhasil guna dari yang tidak mampu dalam berbagai ketrampilan
menjadi mampu untuk membuat sebuah ketrampilan.3) Pemberdayaan pada tahap
ini telah mampu meningkatkan kepekaan dan kepedulian sosial serta ketrampilan
kerja remaja putus sekolah terlantar menjadi SDM yang kreatif, produktif dan
mandiri yaitu dengan keberhasilan beberapa dari mereka yang mampu membuka
lapangan pekerjaan sendiri.
Key word : pemberdayaan, penyadaran, pengkapasitasan, pemberian daya, anak
remaja putus sekolah terlantar