Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
KURNIAWATI , ANGGUN PERMATASARI MAKAMBOMBU
Subject
JF1601 Civil Service
Datestamp
2014-02-01 11:21:08
Abstract :
Diversifikasi atau penganekaragaman pangan di Nusa Tenggara Timur untuk mengatasi
rawan pangan merupakan solusi untuk mengurangi ketergantungan mengkonsumsi beras. Upaya
yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Sumba Timur untuk mengurangi
ketergantungan terhadap beras yaitu dengan diversifikasi pangan melalui gerbang hilu liwanya di
Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui Implementasi Kebijakan Diversifikasi Pangan Melalui Gerbang Hilu Liwanya di
Kecamatan Kambera.
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bersifat deskriptif kualitatif,
dengan fokus penelitian adalah 1.Program kegiatan satu hari tanpa beras dengan mengkonsumsi
pangan lokal di tingkat rumah tangga maupun di lingkup Pemerintah 2.Kewajiban menyediakan
kudapan dari pangan lokal pada setiap acara atau rapat maupun kegiatan lain di lingkup
pemerintahan. Teknik pengumpulan data dilalukan dengan cara, observasi, dokumentasi dan
wawancara, analisa data dengan cara: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verifikasi
atau penarikan kesimpulan, keabsahan data dengan cara: credibility, trasferbility, dependability,
confirmability.
Berdasarkan hasil penelitian serta menggunakan teknik analisis data model interaktif
Implementasi Kebijakan Diversifikasi Pangan Melalui Gerbang Hilu Liwanya di Kecamatan
Kambera dapat disimpulkan bahwa:1. Program Kegiatan Satu Hari Tanpa Beras Dengan
Mengkonsumsi Pangan Lokal Setiap Hari Kamis di Tingkat Rumah Tangga Maupun Dilingkup
Pemerintah Kecamatan Kambera belum terimplementasi dengan baik, hal ini dikarenakan dalam
penyebaran informasi belum merata, sinkronisasi program melalui musrenbangcam tidak
diagendakan khusus karena terbentur oleh anggaran, penyuluhan tidak efektif dikarenakan
dilakukan setiap satu tahun sekali, walaupun gerakan penanaman pangan lokal sudah dilakukan
oleh masyarakat yang di karenakan sebelum adanya program ini masyarakat sudah menanam
pangan lokal di pekarangan dan pembuatan kebun sekolah. 2. Kewajiban menyediakan kudapan
dari pangan lokal pada setiap acara atau rapat maupun kegiatan lain di lingkup pemerintahan
Kecamatan Kambera belum terimplementasi dengan baik. hal ini dikarenakan dalam penyajian
pangan lokal masyarakat masih menyajikan olahan pangan lokal yang belum bervariasi
dikarenakan pelatihan pengolahan pangan lokal masih terbatas secara mandiri, praktek secara
bersama tanpa dibantu oleh tenaga yang lebih ahli di bidang tata boga, sehingga pemberian alat
penepungan oleh Badan Bimas dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumba Timur kepada
kelompok tani binaan di Kecamatan Kambera tidak dioptimalisasikan dengan baik oleh
masyarakat karena tingkat kesadaran masyarakat yang masih sangat rendah.