Abstract :
Jamur merang (Volvariella volvaceae ) merupakan jamur berbentuk tubuh buah yang
berdaging, memiliki akar semu (Rhizoid), tangkai, tudung dan cawan yang dapat dikonsumsi terutama
oleh masyarakat diwilayah Asia Tenggara. Jamur ini dibudidayakan sebagai sumber pangan alternatif
karena termasuk golongan jamur yang bergizi, aman bila dikonsumsi dan enak rasanya.
Kehidupan jamur merang berawal dari spora (basidiospora) yang kemudian berkecambah
membentuk hifa yang berupa benang ? benang halus. Hifa ini akan tumbuh ke seluruh bagian media
tumbuh. Kemudian dari kumpulan hifa (miselium) akan terbentuk gumpalan kecil seperti simpul
benang yang menandakan bahwa tubuh buah jamur merang mulai terbentuk. Simpul ini berbentuk
bundar dan dikenal dengan stadia kepala jarum (pin head) atau primordia. Simpul ini membesar dan
diberi istilah stadia kancing kecil (small botton). Selanjutnya stadia kancing kecil akan membesar
mencapai stadia kancing (botton) dan stadia telur (egg), pada stadia ini tangkai dan tudung mulai
tampak dan membesar. Setelah itu diikuti dengan stadia perpanjangan (elongation). Cawan (volva)
pada stadia ini terpisah dengan tudung (pileus) karena perpanjangan tangkai. Stadia yang terakhir
adalah stadia dewasa tubuh buah jamur merang pada stadia kancing yang telah membesar, akan
terbentuk bilah. Bilah yang matang akan membentuk spora.
Penelitian ini dilaksanakan di Kumbung Jamur Desa Gelang Kecamatan Tulangan Kabupaten
Sidoarjo Jawa Timur dengan ketinggian tempat 5 meter dpl. Penelitian ini berlangsung pada bulan
November sampai dengan bulan Desember 2010. Penggunaan kompos seresah tanaman mempunyai
fungsi yang sama dengan jerami padi sehingga kompos serasah tanaman dipakai sebagai pengganti
jerami pada dalam budidaya jamur merang. Penggunaan pupuk memberikan pengaruh yang positif
terhadap jumlah badan buah dan berat segar badan buah pada semua media tanam (M2, M3, M4, M5)
kecuali pada media M1 (jerami 100%).