Abstract :
Sengon (Albizia falcataria (L.) Fosberg) merupakan salah satu jenis
tanaman yang diprioritaskan untuk Hutan Tanaman Industri. Hutan rakyat sengon
mempunyai peran ganda yang sangat menguntungkan bagi petani. Walaupun
demikian lahan penanaman atau perkebunan sengon di Jawa Timur akhir-akhir
ini banyak mendapatkan masalah yaitu serangan hama dan penyakit. Disamping
itu kualitas pertumbuhan dan kayu sengon di sebagian perkebunan, persemaian
dan hutan rakyat sangat beragam. Selain itu penyediaan benih unggul sengon
yang berasal dari areal produksi benih, tegakan benih, dan kebun benih masih
terbatas. Upaya propagasi sengon secara konvensional baik secara stek
maupun cangkok belum banyak berhasil. Salah satu metode untuk mengatasi hal
tersebut adalah melalui penyediaan bibit secara in vitro. Oleh sebab itu,
penelitian ini difokuskan pada tunas aksilar sengon sebagai sumber eksplan,
dimana diperbanyak melalui multiplikasi tunas aksilar sehingga dapat
diregenerasikan dan dapat memperoleh bibit yang banyak dan seragam dan
dengan penambahan berbagai konsentrasi zat pengatur tumbuh dan air kelapa
pada media tumbuh dengan maksud untuk meningkatkan pertumbuhan dari
multiplikasi tunas aksilar sengon. Pada penelitian ini Persentase kontaminasi
rata-rata hasilnya sama yaitu 7%, hasil ini terdapat pada perlakuan MS + BAP 3
mg/l + 2,4-D 0,1 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l, MS + BAP 3 mg/l + NAA 0,5 mg/l +
Air Kelapa 150 ml/l, dan MS + BAP 6 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l, persentase
browning terendah terdapat pada media MS + BAP 3 mg/l + 2,4-D 0,1 mg/l + Air
Kelapa 150 ml/l dengan hasil 7%. persentase mati tertinggi terdapat pada
perlakuan MS + BAP 3 mg/l + NAA 0,5 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l.. Pada media
perlakuan MS + BAP 6 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l menghasilkan rata-rata jumlah
tunas paling banyak 2-3 tunas. Pada tahap penumbuhan planlet persentase
kontaminasi tertinggi yaitu 14% terdapat pada media asal perlakuan MS + BAP 3
mg/l + NAA 0,5 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l dan MS + BAP 6 mg/l + Air Kelapa 150
ml/l, sementara pada persentase browning terendah dengan hasil 9% terdapat
pada media asal perlakuan MS + BAP 3 mg/l + NAA 0,5 mg/l + Air Kelapa 150
ml/l, sedangkan persentase mati tertinggi dengan hasil 59 % terdapat pada
media asal perlakuan MS + BAP 2 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l. Keberhasilan
Eksplan menjadi tunas dengan persentase tertinggi didapat pada perlakkuan MS
+ BAP 3 mg/l + 2,4-D 0,1 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l yaitu 64%, pada tahap
pembentukan planlet persentasenya terbaik didapat pada media asal perlakuan
MS + BAP 6 mg/l +Air Kelapa 150 ml/l dengan hasil 14%. Hasil rata-rata tinggi
tunas sampai asal perlakuan MS + BAP 4 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l ini
memberikan tinggi tunas yang paling tinggi yaitu 1,192 cm, Berdasarkan rata-rata
jumlah daun dan akar, maka hasil tebanyak adalah pada media asal perlakuan
MS + BAP 4 mg/l + Air Kelapa 150 ml/l dengan hasil 2,14 dan 2,357.
Kata kunci : Regenerasi, Sengon (Albizia falcataria), Multiplikasi, Kombinasi
ZPT dan Air Kelapa