Abstract :
Bertujuan untuk meningkatkan perkembangan ekspor pertanian dan daya
saing di Jawa Timur dan Indonesia, sehingga dapat melihat perkembangan
pertanian di Jawa Timur dan Indonesia. Negara Indonesaia negara yang agraris
yang kaya dengan keanekaragaman komoditas pertanian, Indonesai mempunyai
potensi yang sangat besar untuk mengembangkan produk ? produk pertaniannya
khususnya di daerah Jawa Timur.
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian tentang
?Perkembangan Ekspor Komoditas Pertanian dan Daya Saing di Jawa Timur?
adalah sebagai berikut :
1. Mengkaji peranan sektor pertanian di Jawa Timur.
2. Mengkali perkembangan ekspor komoditas pertanian sejak tahun 2003 ?
2009.
3. Mengkaji daya saing komoditas pertanian di Jawa Timur.
Untuk tujuan satu maka, bentuk analisis yang digunakan pendekatan
Location Quotients (LQ), digunakan untuk mengetahui peranan suatu sektor yaitu
dalam penelitian ini adalah sektor pertanian di Jawa Timur.
Sedangkan tujuan kedua penelitian ini menggunakan analisis Trend untuk
mengetahuiperkembangan ekspor komoditas pertanian sejak tahun (2003 ? 2009).
Dengan menggunakan model, Y = a +bx.
Untuk tujuan ketiga penelitian ini menggunakan analisis perbandingan
RCA (Revealed Comparative Adventage), RCA merupakan rasio antara nilai
ekspor komoditas tertentu di negara tertentu dengan total nilai ekspr (dunia)
komoditas yang sama, dalam rumus sebagai berikit.
RCA = Nilai ekspor komoditas tertentu Jawa Timur
Total nilai ekspor Komoditas tertentu Indonesia
LQ dapat dihitung melalui pendapatan sektor pertanian Jawa Timur, dan
PDRB Jatim. Demikian pula pendapatan sektor pertanian Nasional dan PDB
Nasional, dengan angka atau nilai, LQ antara 1,0 ? 1,3, menandakan bahwa sektor
pertanian sejak tahun 2003 ? 2009 masih sangat berperan.
Perkembangan volume ekspor dan nilai ekspor tiap komoditas mengalami
peningkatan baik di Jawa Timur maupun di Indonesia. Hanya saja nilai ekspor
kopi Jawa Timur mengalami penurunan dengan rata - rata -2,497x per tahun,
begitu juga nilai ekspor kakao di Indonesia mengalami penurunan dengan rata ?
rata -100,775x per tahun.
Daya saing menghasilkan perhitungan RCA, untuk komoditas kopi, kakao
dan tembakau bernilai < 1. Yang berarti mempunyai daya saing yang lemah.
Peranan sektor pertanian Jawa Timur sejak tahun 2003 ? 2009, dapat
dikatakan masih berperan dengan nilai LQ antar 1,0 ? 1,3.
Perkembangan volume ekspor dan nilai ekspor tiap komoditas di Jawa
Timur Maupun Nasional mengalami peningkatan, tetapi nilai ekspor kakao jatim mengalami penurunan dan nilai ekspor kakao Indonesia juga mengalami
penurunan.
Daya saing komoditas pertanian secara menyeluruh baik kopi, kakao dan
tembakau mempunyai daya saing yang lemah (RCA < 1).