Abstract :
Penelitian ini ditujukan untuk untuk : (a) Mendeskripsikan cara pelaksanaan
budidaya udang Vannamei. (b) Menghitung besarnya penerimaan, biaya dan
pendapatan yang diperoleh budidaya udang Vannamei. (c) Menganalisis kelayakan
budidaya udang Vannamei secara ekonomi dan finansial.
Lokasi penelitian dilakukan secara purposive ( sengaja) di Rejotengah. apalagi
lokasi penelitian merupakan salah satu sentra produksi usaha budidaya udang
Vannamei di kabupaten Lamongan. Teknik pengambilan sampel dengan metode
simple random sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini
adalahdeskriptif, perhitungan biaya, penerimaan dan pendapatan, rumus kriteria
(BEP, R/C Ratio dan B/C Ratio).
Dari hasil penelitian diperoleh : (a) Teknis budidaya udang Vannamei tidak
sulit untuk dilaksanakan, terbukti budidaya udang Vannamei oleh petani petambak
tidak pernah mengalami kesulitan apapun. Mulai dari pengolahan lahan sampai
dengan panen. (b) Budidaya udang Vannamei di Desa Rejotengah total biayanya
adalah sebesar Rp. 6.665.242,88 per hektar. Penerimaan sebesar Rp. 7.453.470,18.
Dengan demikian, maka petani petambak memperoleh keuntungan sebesar Rp.
788.227,30 per hektar. (c) Perhitungan dengan analisis BEP menunjukkan : Produksi
budidaya udang Vannamei adalah sebesar 288,6 kg per hektar telah melampaui titik
impas (BEP) volume produksi yaitu sebesar 258,07 kg per hektar, harga udang
Vannamei di daerah penelitian adalah sebesar Rp. 25.826,30/kg per hektar, telah
melampui titik impas (BEP) harga produksi sebesar Rp. 23.095,08/kg. Nilai R/C
Ratio di Daerah penelitian diketahui sebesar 1,12. Dimana nilai R/C > 1 . Sedangkan
untuk Nilai B/C Ratio budidaya udang Vannamei adalah sebesar Rp. 0,12. Dimana
B/C > Bunga bank.