Abstract :
Kredit sebagai salah satu syarat pelancar dalam pembangunan pertanian,
berfungsi untuk mempercepat laju pertumbuhan di bidang pertanian, karena
tanpa adanya kredit pertumbuhan sektor pertanian akan berjalan lambat.
Tersedianya kredit yang memadai dapat menciptakan pembentukan modal bagi
usaha rakyat sehingga dapat meningkatkan produksi, pendapatan dan
meningkatkan surplus yang dapat digunakan untuk membayar kembali kreditnya
dan pemupukan modal.
Akses petani terhadap sumber-sumber modal yang resmi masih sangat
terbatas, tetapi lebih mudah mendapatkan modal dari para pelepas uang dengan
bunga tinggi. Jika lahan usahatani dijadikan agunan untuk mendapatkan kredit
modal dari perbankan, maka hampir dipastikan sebagian besar petani tidak akan
mendapatkan modal yang bersumber dari lembaga keuangan resmi. Oleh karena
itu dewasa ini modal menjadi faktor penghambat usahatani di Indonesia.
Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo, dengan
desa terpilih yaitu Desa Banjar Wungu. Waktu pengumpulan data di lapangan
dilakukan dari Maret hingga Mei 2012. Responden penelitian adalah petani padi
yang menggunakan kedua lembaga keuangan formal dan non formal dengan jumlah
populasi sebanyak 23 responden.
Penelitian tentang sikap kepercayaan petani terhadap lembaga keuangan
formal dan non forlmal bertujuan :
1).Untuk mengetahui mekanisme proses penyaluran kredit pada lembaga
keuangan formal dan non formal yang diakses petani dalam usahatani padi
tersebut. 2). Untuk menganalisis sharing modal untuk pembiayaan usahatani
padi di Kecamatan Tarik. 3). Menganalisis sikap kepercayaan petani dalam
memilih lembaga keuangan formal dan non formal pada usahatani padi.
Data yang dipakai dalam penelitian adalah data primer yang didapat dari
wawancara langsung dengan responden dan data skunder yang berasal dari
Deasa Banjar ungu Kecamatan Tarik.
Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Untuk menjawab tujuan pertama adalah untuk mengetahui mekanisme
lembaga keuangan formal dan non formal yang membantu kredit untuk
usahatani padi tersebut, menggunakan analisis diskriptif
2. Untuk menjawab tujuan ke dua yaitu Untuk mengetahui proses realisasi
dana kredit pada usahatani padi, menggunakan analisis diskriptif.
3. Sedangkan untuk menganalisis tujuan ketiga dengan mengukur sikap
kepercayaan konsumen dapat dilakukan dengan model multiatribut.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka diperoleh hasil penelitian
sebagai berikut:
Hak Cipta © milik UPN "Veteran" Jatim :
Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan dan menyebutkan sumber.
1a. Mekanisme kredit lembaga keuangan formal melalui tahap-tahap sebagai
berikut: Mengisi formulir, melengkapi syarat-syarat administrasi, seleksi
administrasi, analisis kelayakan kredit, persetujuan kredit oleh pihak bank.
b. Mekanisme kredit lembaga keuangan non formal tidak terlalu rumit,
Pinjaman diberikan tanpa agunan dan dengan prosedur sederhana. Realisasi
dilakukan dengan cepat, dekat, tepat waktu dan jumlah sesuai kebutuhan,
walaupun harus membayar dengan bunga yang lebih tinggi.
2. Sharing dana untuk usahatani dalam memenuhi pembiayaan usahatani lebih
besar (80 %) petani di desa Banjar Wungu ini menggunakan modal sendiri
dan yang berasal dari modal pinjaman hanya sebesar (20%).
3. Sikap kepercayaan petani kepada lembaga keuangan non formal lebih tinggi,
dibandingkan dengan lembaga keuangan non formal. Menurut kebanyakan
petani menganggap lembaga keuangan non formal di pandang lebih fleksibel
dan tanpa jaminan yang memberatkan petani. Pada lembaga keuangan non
formal atribut yang mmperoleh skor tertinggi yang di pilih oleh petani adalah
kemudahan syarat (2,12) dan yang terendah adalah jaminan keamanan (0,57)
dan citra lembaga keuangan (0,57).