Abstract :
TRIO ADIT PAMUNGKAS, ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG
MEMPENGARUHI PELAJAR SMP MENGEMUDIKAN SEPEDA MOTOR
TANPA MEMILIKI SURAT IZIN MENGEMUDI (SIM). (Studi Kasus Pelajar
SMP Negeri 17 Surabaya Dalam Pelaksanaan Pasal 77 dan Pasal 81 UU Nomor
22 Th. 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan).
Penelitian ini didasarkan pada fenomena banyaknya pelanggaran lalu lintas
yang dilakukan oleh pelajar SMP yang mengemudikan sepeda motor tanpa memiliki
Surat Izin Mengemudi (SIM). Permasalahan penelitian ini adalah Faktor-faktor apa
yang mempengaruhi pelajar SMP mengemudikan sepeda motor tanpa memiliki SIM.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa yang mempengaruhi
pelajar SMP Negeri 17 Surabaya mengemudikan sepeda motor tanpa memiliki SIM.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif
dengan fokus penelitian: Faktor-faktor yang ada dalam diri manusia dan faktor yang
ada di luar diri manusia. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara dengan key person dan informan serta dokumentasi arsip dari SMP
Negeri 17 Surabaya.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan serta menggunakan teknik
analisis data model interaktif terhadap obyek penelitian yaitu faktor-faktor yang
mempengaruhi pelajar SMP mengemudikan sepeda motor tanpa memiliki SIM dapat
disimpulkan bahwa :
Faktor yang ada dalam diri manusia; 1).Kepribadian terbukti dominan
mempengaruhi perilaku pelajar SMP Negeri 17 Surabaya mengemudikan sepeda
motor tanpa memiliki SIM. 2). sistim nilai ekonomis paling dominan diantara sistim
yang lain(Nilai Ekonomis, Nilai Sosial, Nilai Religius, Nilai Estetika, Nilai
Intelektual, Nilai Kekuasaan) dalam mempengaruhi siswa SMP berubah perilaku
Faktor yang ada diluar diri manusia; Sistim nilai yang hidup dalam
masyarakat dominan memperkuat perilaku pelajar SMP Negeri 17 Surabaya
mengemudikan sepeda motor tanpa memiliki SIM yaitu: 1). Tidak adanya sanksi
yang tegas dari petugas Kepolisian karena hanya dilakukan pengarahan dan teguran
di sekolah tetapi tidak dilanjuti dengan tindakan sanksi berupa tilang. 2). Orang tua
yang mengijinkan dan memfasilitasi anaknya mengemudikan sepeda motor walaupun
tidak dilengkapi oleh SIM. 3). Kebiasaan masyarakat membiarkan atau tidak peduli
terhadap pelanggaran yang dilakukan anak SMP yang jelas-jelas melanggar undang-
undang lalu lintas. 4). Kondisi lingkungan alam dari letak wilayah, domisili dan
tempat tinggal turut mempengaruhi perilaku siswa SMP Negeri 17 Surabaya untuk
mengemudikan sepeda motor tanpa memiliki SIM.(5). Faktor kondisi ekonomi
masyarakat sekitar SMP Negeri 17 Surabaya turut mempengaruhi perilaku pelajar
SMP mengemudikan sepeda motor tanpa memiliki SIM. dengan menyediakan sarana
parkir pada siswa yang membutuhkan parkir