Abstract :
Musik dapat diartikan sebagai suatu ungkapan yang berasal dari perasaan yang
dituangkan dalam bentuk bunyi ? bunyian atau suara. Musik merupakan hasil karya
manusia yang menarik karena musik memegang peranan yang sangat banyak di berbagai
bidang. Salah satu hal yan terpenting dalam sebuah musik adalah lirik lagunya, karena
lirik lagu dalam musik yang sebagaimana dapat menjadi media komunikasi untuk
mencerminkan realitas sosial yang beredar dalam masyarakat. Lirik lagu dapat pula
sebagai sarana untuk sosialisasi karena mengandung informasi dan pesan, dan dapat pula
sebagai pelestarian terhadap suatu sikap atau nilai.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah pemaknaan
lirik lagu ?Belanja Terus Sampai Mati? pada album Efek Rumah Kacayang dipopulerkan
oleh Efek Rumah Kaca band..
Teori yang digunakan adalah semiotica Ferdinand de Saussure. Saussure
mendefinisikan tanda linguistik sebagai entitas dua sisi, yaitu penanda (signifier), yaitu
aspek material dari sebuah tanda, sebagaimana kita menangkap bunyi saat orang
berbicara, dan petanda (signified), merupakan aspek mental dari bahasa. Kerangka
berfikir yang digunakan pada penelitian ini berdasarkan Frame of Reference (berdasarkan
pengalaman) serta Field of Experience (latar belakang pengalaman).
Metode semiotic dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu sebuah
metode yang lebih mudah menyesuaikan bila dalam penelitian ini kenyataan ganda,
menyajikan secara langsung hubungan antara peneliti dengan objek penelitian, serta
dapat menyesuaikan posisi peneliti terhadap pengaruh pola nilai yang di interpretasikan.
Dalam hal ini, penekanan analisis lebih mengarah pada lirik lagu Belanja Terus Sampai
Mati yang mengandung makna kritikan dan sindirian tentang perilaku konsumtif.
Hasil yang diperoleh dari interpretasi lirik lagu Belanja Terus Sampai Mati adalah
motivasi dan penggugah untuk tidak berperilaku konsumtif dan bergaya hidup boros,
karena secara tidak sadar perilaku konsumtif memiliki efek jangka panjang dan akan
membuat proses hidup menjadi sebuah tuntutan akan kesenangan dan kepuasan diri.