Abstract :
Tujuan dari penelitian ini adalah adalah untuk melihat objektif atau tidak
pemberitaan yang ditulis pada Surat Kabar Jawa Pos tentang pemberitaan Buta ? Tuli
setelah operasi hernia di Surabaya dengan periode yang telah ditentukan.
Penelitian ini menaruh perhatian pada fenomena yang terjadi di seputar RS
Khodijah terhadap pasiennya yang bernama Ahmad Fatih Asyifa. Landasan teori
yang dipakai dalam penelitian ini adalah teori obyektivitas berita menurut Rachma
Ida.
Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi pesan berita yang
dimuat, dengan cara sistematik dan obyektive.
Data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dari tabel tersebut,
dilakukan analisis dan perhitungan prosentase atas akurasi pemberitaan yaitu meliputi
kesesuaian judul dan isi berita, pencantuman waktu terjadinya suatu peristiwa,
penggunaan data pendukung, faktualitas berita, Fairness yaitu meliputi
ketidakberpihakan dilihat dari sumber berita yang digunakan, ketidakberpihakan
dilihat dari ukuran fisik luas kolom. Validitas yaitu meliputi atribusi sumber berita
dan kompetensi pihak yang dijadikan sumber berita.
Dari data yang di analisis menyimpulkan bahwa media Jawa Pos telah mampu
menyajikan berita secara obyektif berdasarkan akurasi pemberitaan, yaitu telah
seimbang kesesuaian antara judul berita dengan isi berita, terdapat data pendukung
serta tidak adanya pencampuran fakta dan opini dalam jumlah yang dominan. Begitu
juga dengan kategori validitas berita. Namun dalam kategori Fairness Jawa Pos masih
belum tergolong obyektif karena masih banyak pemberitaan yang lebih banyak
memuat pernyataan dari salah satu pihak.