Abstract :
Latar belakang penelitian ini didasarkan pada kurang harmonisnya
hubungan antara remaja dengan ibu tunggal akibat perceraian. Karena dasar itulah
penulis meneliti mengenai pola komunikasi ibu tunggal dengan anak remajanya.
Hal ini juga ditujukan untuk memahami kesalahan pola komunikasi seperti apa
yang terjadi. Agar pola komunikasi buruk antara ibu tunggal dan anak remajanya
dapat dihindari. Tujuan penelitian ini secara umum adalah untuk mendeskripsikan
pola komunikasi ibu tunggal dengan anak remaja di Surabaya.
Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah komunikasi
interpersonal, pola komunikasi, ibu tunggal, remaja. Komunikasi interpersonal
dibandingkan dengan komunikasi lainnya dinilai paling ampuh dalam kegiatan
mengubah sikap, kepercayaan, opini dan perilaku komunikan. Alasannya karena
komunikasi ini berlangsung tatap muka, oleh karena dengan komunikasi itu
terjadilah kontak pribadi (personal contact) yaitu pribadi anda menyentuh pribadi
komunikan. Dan dengan menggunakan pola komunikasi didalam hubungan antara
ibu tunggal dengan anak menurut Yusuf ada tiga Authoritarian(otoriter),
Permissive (bebas), Authoritative (demokrasi).
Metode Penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif
sedangkan teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan
wawancara mendalam (in-depth interview) pada ibu tunggal yang sudah bercerai
kurang dari sepuluh tahun dengan pasangannya yang mempunyai anak remaja
yang berusia 11-24 tahun yang peneliti fokuskan ibu yang sudah bercerai dengan
ayahnya.
Hasil penelitian ini yaitu dua ibu tunggal dengan anak remaja menganut
pola Authoritarian(otoriter), sedangkan satu keluarga lainnya menganut pola
komunikasi Permissive(bebas) dan satu keluarga sisanya menganut pola
komunikasi Authoritative (demokratis). Sehingga secara garis besar kebanyakan
ibu tunggal dengan anak remajanya menganut pola komunikasi Authoritarian
(otoriter). Dengan menerpakan pola komunikasi otoriter ini membuat anak
merasa tidak nyaman, dan tidak bahagia karena hubungan yang tidak baik akibat
terlalu dikekang,kasar kaku dan keras sehingga berdampak buruk buat anak dalam
penelitian ini ada yang memiliki rasa menyimpang suka terhadap sesama jenis dan
ada juga yang berdampak sering membohongi ibu nya agar bisa dapat ijin keluar.
sehingga menyebabkan hubungan interpersonal tidak baik dan mengakibatkan
kualitas komunikasi interpersonal tidak baik juga dan tidak didukung peranan
seorang ibu yang seharusnya dia lakukan pada anaknya.