Abstract :
Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan informasi
dalam organisasi yang kompleks yang mencakup beberapa macam komunikasi
antara lain komunikasi internal, hubungan manusia, dll. Komunikasi di dalam
organisasi dibedakan menjadi dua macam ada yang bersifat formal dan ada yang
bersifat informal. Komunikasi formal dalam organisasi memberikan aturan-aturan
serta batasan-batasan terhadap arus informasi diantara anggota organisasi. kurang
efektifnya komunikasi formal dapat menyebabkan timbulnya persepsi yang salah
antara karyawan dengan perusahaan. Salah satunya adalah menurunnya tingkat
disiplin karyawan Instalasi Farmasi RSUD dr.Soetomo Surabaya.
Penelitian ini menggunakan teori komunikasi organisasi dimana menurut
Richard K.Allen menyatakan bahwa fungsi dari komunikasi formal adalah untuk
mempengaruhi, membujuk, melakukan pengawasan dan meningkatkan motivasi.
Kemudian teori motivasi reinforcement yang menyatakan komunikasi formal
yang baik akan dapat menumbuhkan motivasi kerja karyawan. (Hanafi, 2003 : 3)
Metode penelitian yang digunakan adalah korelasi yaitu untuk mencari
hubungan antara komunikasi formal dengan motivasi kerja karyawan. Data yang
digunakan ada yang bersifat primer yaitu didapatkan dari wawancara kepada
responden berdasarkan kuisioner dan data sekunder yang didapatkan dari
perusahaan, perpustakaan, dll. Jumlah polpulasi yang digunakan adalah 437 orang
yaitu jumlah keseluruhan karyawan Instalasi Farmasi RSUD dr.Soetomo
Surabaya dan jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang. Analisis data
yang digunakan adalah analisis Rank Spearmen untuk mencari kuatnya hubungan
dan untuk menguji hipotesis digunkan uji t.
Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang cukup berarti dan
signifikan antara komunikasi formal dengan motivasi kerja karyawan di Instalasi
Farmasi RSUD dr. Soetomo Surabaya. Dimana jika komunikasi formal
ditingkatkan maka motivasi kerja karyawan juga akan meningkat.