Institusion
Universitas Muria Kudus
Author
Utami, Al
Subject
Psikologi perkembangan. Meliputi psikologi perkembanga bayi, anak, remaja, dewasa lanjut usia.
Datestamp
2012-11-10 03:26:19
Abstract :
Bidang pengembangan kognitif merupakan salah satu materi yang sulit dipahami oleh anak terutama dalam kegiatan membilang, belajar merupakan suatu kewajiban bagi seorang agar memperoleh banyak pengetahuan.Pembelajaran di TK adalah bermain sambil belajar sehingga permainan kartu angka diasumsikan dapat menumbuhkan minat belajar membilang, Stimulus dan respons dalam teori pendekatan behavioristik dapat diamati sebagai bentuk perubahan tingkah laku yang terjadi pada anak sebagai hasil belajar. DI TK Pertiwi 1 Sadang dijumpai banyak anak yang belum mampu mengenal angka, mencocokkan lambang bilangan sehingga perlu diberikan bimbingan belajar yaitu melalui permainan kartu angka dengan pendekatan behavioristik.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah kemampuan membilang dapat ditingkatkan melalui bermain kartu angka dengan menggunakan pendekatan behavioristik?Tujuan dalam penelitian ini adalah (1) Meningkatkan kemampuan pada anak TK 1 Sadang Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus dalam pemahaman bilangan melalui bermain kartu angka. (2) Menumbuhkan minat anak TK 1 Sadang untuk mempelajari matematika dengan pendekatan behavioristik.Hasil penelitian diharapkan dapat bermanfaatsecara teoritisUntuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam pembelajaran bilangan melalui alat peraga di Taman Kanak – kanak dengan pendekatan behavioristik.Secara praktisbagi anak (1) Dengan bermain melalui alat peraga kartu angka kemampuan membilang anak TK dapat ditingkatkan secara optimal dalam suasana yang menyenangkan tanpa paksaan atau tekanan. (2) Dapat membantu mengembangkan potensi dan Meningkatkan keaktifan anak dalam pembelajaran khususnya kemampuan kognitif. Bagi guru meningkatkan kualitas proses kegiatan pembelajaran melalui motode dan media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak dan tujuan pembelajaran. Bagi Kepala Sekolahmenambah bahan buku acuan dalam menentukan kebijakan pembelajaran di Taman Kanak-kanak.
Sesuai judul penelitian, maka ruang lingkup penelitian adalahtentang penerapan model konseling Behavioristikmelalui permainan kartu angka.Subjek penelitian ada 22 anak.Metode pengumpulan data yaitu observasi, wawancara.Analisis data menggunakan analisa kualitatif deskriptif.
Berdasarkan hasil pembahasan dapat ditarik simpulan pada siklus I diketahui bahwa keberhasilan dalam kegiatan membilang anak kelas B TK Pertiwi 1 Sadang terdapat 8 anak yang sudah mampu dengan persentase 36%, yang mempunyai kemampuan cukup 6 anak persentasenya 28% dan yang belum mampu 8 anak persentasenya 36%dengan pelaksanan tindakan bimbingan konseling oleh peneliti dikategorikan cukup, perlu ditingkatkan dan hasil kualitas layanannya 46,6. penyebab dari kurangnya kemampuan membilang anak pada siklus I diduga karena (1) Anak dengan karakter yang berbeda-beda dan ngobrol sendiri dengan temannya sehingga dalam melakukan pengawasan dan pengamatan merupakan pekerjaan yang sulit. (2) Alokasi waktu yang terbatas untuk melakukan penelitian sehingga tidak mungkin seluruh anak satu persatu diberikan pendampingan secara lebih mendalam atau intensif. (3) Peneliti dalam mendemonstrasikan permainan kartu angka dan pendekatan behavioristik kurang variatif sehingga anak bosan. Untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut peneliti melaksanakan kerjasama dengan kolaborator sehingga kesulitan yang peneliti hadapi dapat diselesaikan bersama-sama yaitu dengan memberikan permainan kartu angka yang lebih variatif dan memberikan penghargaan kepada anak dengan memberi hadiah. Sehinggapada siklus II high tech dan high touch dalam pendekatan behavioristik sudah mempunyai kualitas layanan yang baik yaitu 59.5 walaupun belum mencapai layanan yang ideal, anak yang sudah mampu membilang ada 12 anak dengan persentase 54%, yang mempunyai kemampuan cukup 6 anak persentasenya 28% dan yang belum mampu membilang ada 4 anak yaitu 18%.
Berdasarkan penemuan penelitian, saran yang diajukan : 1. Lembaga Pendidikan PAUD (1)Menyelenggarkan pengkajian tentang pendidikan anak usia dini (2)Memberikan pengetahuan tentang bimbingan yang mendalam pada penyelenggaraan pengajaran dalam pendidikan anak usia dini (3)Merencanaan program dan melaksanaan kegiatan pembelajaran dengan ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran untuk meningkatkan hasil pembelajaran yang optimal. Pendidik PAUD (1)Pemilihan metode dan media yang sesuai dengan materi agar pelaksanaan kegiatan menjadi aktif dan komunikatif. (2) Menyelenggarakan kegiatan belajar yang menyenangkan. (3) Melaksanakan pembaharuan dalam kegiatan belajar (4) Memahami arti bimbingan serta manfaat bimbingan bagi perkembangan kecerdasan anak. (5) Guru dapat membimbing anak dalam melakukan permaianan untuk dapat menciptakan suasana yang aktif, kreatif dan menyenangkan bagi anak.Bagi konselo, konselor dapat membantu anak untuk mengatasi masalah yang dihadapinya, khususnya membantu anak dalam belajar sesuai tingkat perkembangannya.Bagi Orang tua, orang tua hendaknya dapat bekerjasama dengan guru dalam mendidik anak dan untuk lebi