Abstract :
Adanya hasrat pemerintah yang lebih mengutamakan pertumbuhan ekonomi dan
adanya suatu kenyataan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih didorong oleh
tingkat konsumsi masyarakat, memberikan tantangan tersendiri bagi Bank Indonesia
dalam penetapan target tingkat inflasi dan bagaimana pencapaiannya. Dalam kaitan
itu, menjadi suatu pertanyaan sejauh mana target inflasi yang telah ditetapkan sudah
memperhitungkan dua permasalahan tersebut.
Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh
dari Badan Pusat Statistik (BPS) cabang Kota Surabaya dan Kantor Bank Indonesia
(BI) cabang Kota Surabaya yang diambil selama kurun waktu 19 tahun yaitu mulai
dari tahun 1993 sampai dengan tahun 2011 untuk analisis menggunakan alat bantu
komputer dengan program E-Views (Econometrica Views) untuk mengetahui jangka
panjang dan jangka pendek antara variabel terikat (Y) dan variabel bebas (X).
Berdasarkan analisis uji akar-akar unit dengan menggunakan tingkat
signifikan 5%. Hasil uji akar-akar unit menunjukan bahwa variabel Kurs, Jumlah
Uang Beredar, Tingkat Pengangguran secara parsial berpengaruh signifikan terhadap
Inflasi. Hasil perhitungan uji akar-akar unit diketahui nilai t-tabel sebesar -3,487845
dengan t-hitung untuk variabel Kurs -5.175.468, variabel JUB -4.524.279, variabel
Pengangguran -2.794.224. Dengan hasil t-hitung > dari t-tabel terdapat pengaruh
signifikan variabel bebas secara parsial terhadap Inflasi namun disini variabel
Pengangguran tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi.
Kata Kunci: Inflasi (Y), Kurs (X1), Jumlah Uang Beredar (X2), Pengangguran (X3)