Abstract :
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terpaan berita penculikan anak di televisi dengan kewaspadaan ibu rumah tangga di Surabaya.
Peneliti menggunakan Teori S-O-R. Terpaan berita penculikan anak di televisi (variabel x) diukur melalui indikator frekuensi dan durasi dalam menyaksikan tayangan berita penculikan anak. Sedangkan kewaspadaan ibu rumah tangga (variabel y) setelah mendapat terpaan berita penculikan anak di televisi, operasionalisasinya dapat diukur melalui indikator yang meliputi; waspada dengan tidak mudah percaya pada orang asing / yang belum dikenal , dan waspada dengan selalu mendampingi anak.
Metodologi penelitian yaitu korelasi kuantitatif dengan populasi penelitian Ibu rumah tangga di Surabaya, yakni ibu rumah tangga yang bekerja di luar rumah,maupun juga ibu rumah tangga yang murni mengurusi pekerjaan rumah tangga dan tidak bekerja secara langsung tetapi memberikan dukungan bagi anggota yang lain pencari nafkah untuk memanfaatkan peluang kerja yang ada. Dalam penelitian ini, teknik sampling yang digunakan adalah teknik probability sampling dengan tipe multistage cluster random sampling. Dengan jumlah populasi 100 ibu rumah tangga maka peneliti akan mengambil semua populasi sebagai sampel peneliti.
Teknik pengukuran data menggunakan skala likert dengan kriteria sistem skor; Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Rank Spearman digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y). Pengujian hipotesis dilakukan dengan uji t dimana tingkat signifikansi (?) dalam penelitian ini adalah 5%.
Kesimpulannya, berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa terdapat hubungan terpaan berita penculikan anak di televisi dengan kewaspadaan ibu rumah tangga di Surabaya walau memiliki tingkat hubungan yang rendah.