Abstract :
Dengan semakin ketatnya persaingan bisnis antar perusahaan, perusahaan
berupaya menjadi yang terbaik dari perusahaan lain. Semkin tiggi tingkat
pertumbuhan perusahaan menunjukkan semakin bagus prospek perusahaan
dimasa yang akan datang. Pada umumnya investor menyukai perusahaan yang
besar karena memiliki kinerja bagus tetapi dalam melakukan investasi investor
seharusnya memperkirakan apakah perusahaan yang besar mampu memenuhi
kewajiban finansial jangka pendeknya dan seberapa jauh perusahaan
menggunakan leverage dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan.
Sebab penggunaan leverage yang besar juga menimbulkan resiko yang besar pula
dan Price Earning Ratio banyak digunakan investor untuk menentukan apakah
investasi modal yang dilakukannya menguntungkan atau merugikan. Atas dasar
fenomena tersebut maka penelitian ini bermaksud untuk meneliti mengenai
pengaruh Current Ratio, Leverage dan Firm Size terhadap Price Earning Ratio
pada perusahaan makanan dan minuman yang go public di Bursa Efek Indonesia.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan makanan dan minuman
yang go publik di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan metode purposive sampling yaitu bahwa pengambilan
sampel dilakukan atas dasar tujuan tertentu, maka jumlah sampel perusahaan
makanan dan minuman yang memenuhi kriteria sebanyak 10 perusahaan. Data
yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari
data laporan keuangan periode 2005-2008 yang diambil dari Bursa Efek
Indonesia. Sedangkan untuk pengujian data menggunakan analisis regresi linear
berganda dengan asumsi klasik menggunakan program SPSS.
Hasil penelitian melalui analisis uji regresi linear berganda diperoleh
kesimpulan bahwa variabel Current Ratio, leverage tidak signifikan (Negatif)
sedangkan Firm Size tidak sigmifikan (Positif) terhadap price earning ratio.