Abstract :
Kualitas roti tawar ditentukan oleh kandungan gluten dalam tepung terigu.
Proporsi tepung beras menyebabkan volume pengembangan roti menurun, jumlah
pori tidak seragam dan tekstur keras. Salah satu usaha yang dilakukan dengan
penambahan gliserol monostearat. Gliserol monostearat dapat membantu
meningkatkan volume pengembangan dan memperbaiki tekstur. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh proporsi tepung terigu : tepung beras dan
penambahan gliserol monostearat terhadap kualitas roti tawar.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial
dengan 2 faktor dan 2 kali ulangan, Faktor I proporsi tepung terigu : tepung beras
hitam 70%:30%, 60%:40%, 50%:50%, 40%:60%. Faktor II penambahan gliserol
monostearat (GMS) 2 %, 3 %, dan 4%.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah pada
perlakuan proporsi tepung terigu : tepung beras hitam 60:40 (b/b) dan
penambahan gliserol monostearat 3% yang menghasilkan roti tawar dengan
kriteria kadar air 23,5068%, kadar protein 9,39%, kadar abu 0,1964%, volume
pengembangan 100,635%, jumlah pori 27,1250 Ópori/cm2, tekstur 0,2533
mm/gr.det, aktivitas antioksidan 29,911%, kadar antosianin 81,699 ppm, nilai
organoleptik tekstur 126 ; warna 125; rasa 126.
Hasil analisis finansial diperoleh nilai Break Event Point (BEP) 23,80%, atau
sebesar Rp. 144,050,788.80 dengan kapasitas 14.850,60 kg/tahun, Pay Back
Periode (PP) perusahaan 4 tahun 2 bulan, Benefit Cost Ratio 1.1395; NPV Rp.
151,603,376,- dan IRR 22.258 %.