Abstract :
Permintaan terhadap produk makanan kesehatan seperti makanan bebas gula
(sugar-free food), makanan rendah kalori (low calorie food) dan makanan kaya serat
(high fibre food) meningkat dengan pesat. Kecenderungan ini didasarkan atas
perannya dalam pencegahan penyakit hipertensi, diabetes, kanker usus, dan penyakit
degeneratif lainnya. Berbagai sumber bahan berserat tinggi seperti selulosa,
hemiselulosa, lignin, dan gum sekarang menjadi perhatian utama dalam
pengembangan produk makanan tersebut. Oleh karena itu pemanfaatan tepung ampas
mangrove (Sonneratia caseolaris) dari pengolahan sirup mangrove (Sonneratia
caseolaris) menjadi cookies berkadar serat tinggi menjadi sangat penting untuk
dilakukan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proporsi tepung terigu dan tepung
ampas mangrove dengan penambahan margarine terhadap kualitas cookies, penelitian
ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) pola faktorial dengan 2 faktor dan
3 kali ulangan. Faktor I propersi tepung terigu : tepung ampas mangrove 15:85 (b/b),
30:70 (b/b), 45:55 (b/b). Faktor II penambahan margarine 40 % (v/b), 45 % (v/b), dan
50 % (v/b).
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan terbaik adalah pada perlakuan
porpersi tepung terigu : tepung ampas mangrove 30:70 (b/b) dan penambahan
margarine 45% (v/b) yang menghasilkan cookies dengan kriteria kadar air 3,9343%,
protein 6,2745%, lemak 22,4180%, dan nilai serat kasar 3,4456%, total rangking
kesukaan kerenyahan 148,5 ; warna 132,5 ; rasa 150,5.
Hasil analisis finansial nilai Break Event Point ( BEP ) 41,36% atau sebesar
Rp. 140.038.540,- dengan kapasitas 903.302,40 kg/tahun, Payback Periode ( PP )
perusahaan 4 tahun, Benefit Cost Ratio 1,27; NVP sebesar Rp. 229.334.326,6 dan
IRR 26,10%.