Abstract :
Sansevieria adalah marga tanaman hiasyang cukup populer sebagai tanaman hias dalam
rumah kaca karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya
matahari. Sanseveira memiliki keistimewaan di antaranya, mampu bertahan hidup pada rentang
suhu dan cahaya yang luas, sangat resisten terhadap gas udara yang berbahaya (polutan), bahkan
mampu menyerap 107 jenis sansiveira sebagai penyerap polutan di daerah yang padat lalu lintas
dan di dalam ruangan yang penuh asap rokok.
Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dengan dua faktor yang di susun dalam
rancangan acak kelompok (RAK) dan di ulang 3 kali.
Faktor pertama adalah konsentrasi kingtone-F dengan 4 taraf yaitu :
1. K0 : Kontrol (0 ppm)
2. K1 : 25 ppm
3. K2 : 50 ppm
4. K3 : 100 ppm
Faktor kedua adalah panjang stek pucuk daun sansiveira yang terdiri dari 3 taraf yaitu :
1. P1 : Panjang stek pucuk daun 4 cm
2. P2 : Panjang stek pucuk daun 8 cm
3. P3 : Panjang stek pucuk daun 12 cm
Perlakuan kombinasi yang di dapatkan adalah 12. Masing-masing perlakuan kombinasi di dasar
ulangan, sehingga terdapat 36 satuan perlakuan. Setiap satu persatuan percobaan di tanam 6 stek
pucuk daun, sehingga di butuhkan 216 stek pucuk daun sansiveira.
Data hasil pengamatan di analisis dengan menggunakan sidik ragam yang sasuai, dengan
menggunkan rancangan acak kelompok (RAK), kemudian suatu pengaruh atau perbedaan di
katakan nyata karena apabila F hitung > F tabel dengan P = 0.05 dan sangat nyata apabila F
hitung > F table dengan P>0.01. Setelah itu di lakukan uji lanjut dengan uji BNT 5% untuk
mengetahui perbedaan nyata diantara level di dalam perlakuan yang sama.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui induksi bibit tanaman sanseveira pada
perlakuan panjang stek pucuk daun dan konsentrasi kingtone-F.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada interaksi sedangkan
konsentrasi kingtone-F tidak berpengaruh nyata terhadap peubah persentase stek jadi, jumlah
akar primer, jumlah akar sekunder, panjang akar terpanjang dan jumlah tunas. Perlakuan
panjang stek pucuk daun berpengaruh sangat nyata terhadap peubah persentase stek jadi, jumlah
akar primer, jumlah akar sekunder, panjang akar terpanjang dan jumlah tunas.