Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
RATRIANA , RINDA FITRISWARI
Subject
SD411 Forest conservation
Datestamp
2014-04-02 02:33:12
Abstract :
Kultur embrio kelapa kopyor hanya menghasilkan satu planlet per embrio
sigotik. Pembelahan embrio secara longitudinal akan meningkatkan eksplan
menjadi dua kali. Belahan eksplan embrio diambil dari embrio segar yang
diisolasi dari buah yang berasal dari Pati, Jawa Tengah. Embrio berkecambah
dengan plumula dan radikel setelah dikultur selama satu bulan. Penelitian
dilakukan dengan 2 set percobaan yaitu 1.Peranan ZPT BAP + IAA dan Air
Kelapa pada pertumbuhan planlet kelapa kopyor asal kultur embrio yang tidak
dibelah dan 2. Peranan ZPT BAP + 2,4-D dan Air Kelapa pada pertumbuhan
planlet kelapa kopyor asal kultur embrio yang dibelah. Dari 2 set percobaan,
kedua macam eksplan tumbuh menjadi planlet lengkap, tunas, atau akar saja. ZPT
BAP + 2,4-D dan Air Kelapa memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan
planlet asal embrio berkecambah yang dibelah. Perlakuan air kelapa 150 ml/l
meningkatkan pertumbuhan planlet asal embrio berkecambah yang dibelah
dengan perolehan persentase 65,63%. Air kelapa 150 ml/l dapat menurunkan
persentase planlet browning, stagnasi dan mati atau dapat meningkatkan daya
bertahan hidup planlet asal embrio yang dibelah.