Abstract :
Tanaman sawi yang terserang oleh hama Spodoptera lituradiindonesia
sangat merugikan. Selama ini pengendalian yang dilakukan dengan pestisida
kimia yang berdampak negatif baik bagi lingkungan maupun manusia.
Pengendalian agensia hayati merupakan salah satu pengendalian yang rama
lingkungan dan peluang untuk dikembangkan di Indonesia.
Mekanisme larva S. liturasaat keluar dari telur, larva hidup bergerombol
disekitar daun sampai dengan instar ke-3, pada fase ini larva memakan daun
sampai instar ke- 4 kemudian larva menyebar ke bagian tanaman atau tanaman
sekitarnya sampai meninggalkan sisa - sisa epidermis bagian atas atau transparan
sampai tinggal tulang ? tulang daun.
Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Tanaman UPN
?Veteran? Surabaya Jawa Timur, penelitian ini dimulai pada bulan Mei sampai
Juli 2011. Penyebab kematian larva S. liturayang disebabkan nematoda
entomopatogen yaitu ketika nematoda mempenetrasi atau melukai secara
langsung kedalam tubuh serangga inang, maka nematoda akan mengeluarkan
toksin yaitu bakteri Xenorhabdusspp. didalam tubuh larva yang menyebabkan
kematian dengan cepat 24-48 jam. Tingkat kematian larva Spodoptera. litura
akibat serangan nematoda entomopatogen Steinernemaspp. dari beberapa
konsentrasi yaitu: 50, 100, 200, 400 dan 800 IJ/ml bahwa pada konsentrasi 800
IJ/ml menunjukkan yang tertinggi yaitu 90% pada hari ke 4 setelah aplikasi
(HSA).