Abstract :
Penulisan Proposal Tugas Akhir. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik
Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional ?Veteran? Jawa
Timur, Tahun 2009.
Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa memiliki seni dan
budaya yang bermacam?macam pula, pada bidang seni terdapat perkembangan
yang bagus diantaranya kebudayaan yang sudah dikenal sejak zaman dahulu
merupakan daya tarik utama.
Reog Ponorogo sebagai salah satu kesenian tradisional daerah juga telah
diakui sebagai kesenian daerah yang berkembang secara Nasional. Hal tersebut
terbukti dengan diselenggarakannya Festifal Reog pada malam Grebeg Suro yang
memperingati tahun Hijriyah, dengan peserta bukan hanya dari daerah Ponorogo
saja, tetapi juga dari penjuru Indonesia. Bahkan festival Reog tahun 2003, yaitu
peringatan HUT ke-507 Kabupaten Ponorogo dan perayaan Grebeg Suro 2003,
berhasil masuk Muri (Museum Rekor Indonesia) karena jumlah pesertanya sangat
besar, mencapai 107 grup (www.muri.org/rekor/017.html).
Untuk menjaga kelestarian budaya Reog, pemerintah daerah telah
mengambil beberapa langkah. Salah satunya tertuang dalam SK Bupati nomor 22
tahun 1994 yang menyebutkan bahwa tiap daerah atau desa di Ponorogo harus
memiliki perkumpulan kesenian Reog. Jumlah perkumpulan Reog tahun 2008 ini
mencapai 234 buah perkumpulan Reog dadak merak, dan 21 perkumpulan Reog
mini.
Alasan perancang memilih merancang Pusat Kebudayaan Reog Ponorogo,
karena Reog Ponorogo adalah kebudayaan asli milik kita yang harus kita jaga dan
lestarikan, supaya kebudayaan ini tidak punah serta tidak dipatenkan oleh
Malaysia sebagai salah satu kekayaan budaya dari Malaysia.