DETAIL DOCUMENT
Penerapan Model Student Team Achievement Division Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Membaca Pantunkelas Iv Sdn Padangan Winong Pati Tahun Ajaran 2014/2015
Total View This Week0
Institusion
Universitas Muria Kudus
Author
Ofti Pradipta, Riska
Subject
Teori dan praktek pendidikan 
Datestamp
2016-06-22 04:24:14 
Abstract :
Penelitian Ini Bertujuan Mendeskripsikan Penerapan Model Student Team Achievement Division (STAD) Dan Menemukan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Membaca Pantun Kelas IV SDN Padangan Winong Pati. Hasil Belajar Merupakan Hasil Yang Dicapai Siswa Sebagai Bukti Keberhasilan Dalam Proses Belajar Mengajar. Student Team Achievement Division Adalah Merupakan Salah Satu Strategi Pembelajaran Kooperatif Yang Di Dalamnya Beberapa Kelompok Kecil Siswa Dengan Level Kemampuan Akademik Yang Berbeda-Beda Saling Bekerja Sama Untuk Menyelesaikan Tujuan Pembelajaran. Hipotesis Tindakan Dalam Penelitian Ini Adalah (1) Penerapan Model STAD Dapat Meningkatkan Keterampilan Guru Dalam Mengajar Membaca Pantun Di Kelas IV SDN Padangan Kecamatan Winong Pati, (2) Penerapan Model STAD Dapat Meningkatkan Aktivitas Siswa Dalam Membaca Pantun Di Kelas IV SDN Padangan Kecamatan Winong Pati Dalam Proses Pembelajaran, (3) Penerapan Model STAD Dapat Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Membaca Pantun Di Kelas IV SDN Padangan Kecamatan Winong Pati. Penelitian Tindakan Kelas Dilaksanakan Di Kelas IV SDN Padangan Winong Pati Dengan Subjek Penelitian 20 Siswa. Metode Pengumpulan Data Yang Digunakan Dalam Penelitian Ini Yaitu Observasi, Wawancara, Dan Dokumentasi. Penelitian Ini Berlangsung Selama Dua Siklus, Setiap Siklus Terdiri Dari Empat Tahap Yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, Dan Refleksi. Variabel Bebas Adalah Model Student Team Achievement Division. Sedangkan Variabel Terikat Adalah Hasil Belajar Membaca Pantun. Hasil Penelitian Terdapat Peningkatan Keterampilan Guru Yang Cukup Signifikan Antara Siklus I Skor Yang Diperoleh Sebesar 2,78 (Baik), Dan Siklus II Sebesar 3,34 (Sangat Baik). Selanjutnya Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Terjadi Peningkatan Dari Siklus I Ke Siklus II. Siklus I Hasil Pengamatan Aktivitas Siswa Pertemuan 1 Mencapai 57,25% (Cukup), Kemudian Untuk Pertemuan 2 Mencapai 59,63% (Cukup). Padasiklus II Pengamatan Aktivitas Siswa Pertemuan 1 Mencapai 67,75% (Baik) Dan Pertemuan 2 Mencapai 71,5% (Baik). Selain Itu Juga Didukung Dengan Peningkatan Hasil Belajar Siswa Ranah Afektif Pada Siklus I Pertemuan 1 Sebesar 47,5% (Sedang) Menjadi 59,25% (Sedang) Pada Pertemuan 2. Selanjutnya Hasil Belajar Siswa Ranah Psikomotorik Siklus I Pertemuan 1 Sebesar 32,67% (Rendah) Kemudian Pada Pertemuan 2 Naik Menjadi 46,60% (Sedang). Pada Siklus II Pertemuan 1 Hasil Belajar Ranah Afektif Sebesar 60,50% (Tinggi) Menjadi 67,50% (Tinggi) Pada Pertemuan 2. Selanjutnya Untuk Ranah Psikomotorik Siklus II Pertemuan 1 Sebesar 68,74% (Tinggi) Menjadi 75,53% (Tinggi) Pada Pertemuan 2.Hasil Belajar Siswa Membaca Pantun Mencapai Nilai Rata-Rata KKM >75 Yaitu 78,29 (Siklus I) Dan 80,49 (Siklus II). Hasil Penelitian Hasil Belajar Bahasa Indonesia Yang Cukup Signifikan Antara Siklus I (65%), Dan Siklus II (90%). Hal Ini Membuktikan Bahwa Penerapan Model STAD Dapat Meningkatkan Keterampilan Guru, Aktivitas Siswa, Dan Hasil Belajar Siswa Membaca Pantun Kelas IV SDN Padangan Winong Pati. Berdasarkan Hasil Penelitian Tindakan Kelas Yang Dilakukan Di Kelas IV SDN Padangan Winong Pati Dapat Disimpulkan Bahwa Penerapan Model STAD Dapat Meningkatkan Keterampilan Guru Mengajar, Aktivitas Siswa, Dan Hasil Belajar Siswa Membaca Pantun. Untuk Itu Disarankan Dalam Menerapkan Model STAD, Guru Harus Memberikan Pertanyaan-Pertanyaan Yang Mengarah Pada Tahapan Model STAD Agar Siswa Dapat Lebih Aktif, Kreatif, Dan Menyenangkan Dalam Mengembangkan Daya Berpikirnya Serta Menciptakan Suasana Belajar Yang Kondusif.  
Institution Info

Universitas Muria Kudus