Abstract :
Apabila kelengkapan pengungkapan laporan suatu perusahaan tersebut dikatakan tidak normal maka akan berdampak pada perusahaan tersebut dan bisa mengakibatkan kebangkrutan. Dalam pencapaian efisiensi dan sebagai sarana akuntabilitas public, pengungkapan laporan keuangan menjadi faktor signifikan.
Dari seluruh perusahaan jasa telekomunikasi tidak semuanya melakukan pengungkapan secara lengkap dan jelas. Tujuan penelitian ini
1)Untuk mengetahui dan menguji pengaruh Ukuran Perusahaan terhadap Luas Voluntary Disclosure.
2).Untuk mengetahui dan menguji pengaruh Leverage Perusahaan
terhadap Luas Voluntary Disclosure 3).Untuk mengetahui dan menguji pengaruh Profitabilitas Perusahan terhadap Luas Voluntary Disclosure
Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Telekomunikasi yang terdaftar di BEI, pengambil periode analisis tahun 2006 sampai tahun 2010 dimana jumlah sampelnya adalah sebesar 4 perusahaan. Teknik sampel yang
digunakan adalah purposive sampling yaitu penarikan sampel berdasarkan pertimbangan atau kriteria-kriteria tertentu. Data yang dipergunakan adalah data primer yaitu data yang berasal dari perusahaan. Sedangkan analisis yang
dipergunakan adalah analisis regresi linier berganda.
Berdasarkan dari hasil penelitian 1).Kebijakan hutang menunjukkan bahwa dengan rasio leverage yang tinggi memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan informasi kreditur jangka panjang, Sehingga perusahaan akan menyediakan informasi secara lebih komprehensif. 2)Ukuran perusahaan telekomunikasi yang go publik di BEI menunjukkan bahwa perusahaan yang besar cenderung memiliki kondisi yang lebih stabil. Secara umum, perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil.
3.Profitabilitas terhadap voluntaryy disclosure menunjukkan bahwa pengungkapan mungkin berhubungan dengan variabilitas kinerja perusahaan.
Keyword : Leverage, Firm Size, Profitability dan Voluntary Disclosure