DETAIL DOCUMENT
PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM PERKAWINAN POLIGAMI (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Sidoarjo Nomor : 1624/Pdt.G/2009/PA.SDA)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur
Author
Frisko , Dwi Karisma Yudha
Subject
K600 Private law 
Datestamp
2014-04-05 16:25:23 
Abstract :
Nama Mahasiswa : NPM : 0871010034 Tempat Tanggal Lahir : Blitar, 20 Mei 1990 Program Studi : Strata 1 (S1) Judul Skripsi : PEMBATALAN PERKAWINAN KARENA PEMALSUAN IDENTITAS DALAM PERKAWINAN POLIGAMI (Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Sidoarjo Nomor : 1624/Pdt.G/2009/PA.SDA) ABSTRAK Penelitian ini menjawab permasalahan mengenai faktor penyebab terjadinya pemalsuan identitas perkawinan di Pengadilan Agama Sidoarjo, dan Perti,bangan hukum serta akibat hukum pembatalan perkawinan karena pemalsuan identitas dalam perkawinan poligami.Penelitian ini merupakan jenis penelitian hukum normatif, yaitu penelitian hukum yang dilakukan dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Apabila dilihat dari sifat dan pendekatannya maka termasuk penelitian deskriptif kualitatif yang dimaksudkan yaitu dengan jalan menentukan dan menggambarkan apa adanya sesuai dengan permasalahannya yang diteliti dan data-data yang diperoleh. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara studi kepustakaan dan wawancara. Setelah data teridentifikasi kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif.Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah untuk pertimbangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya, memberikan gambaran pada instansi yang bergerak di bidang perkawinan, memberikan jawaban terhadap permasalahan yang diteliti serta dapat dipergunakan sebagai bahan masukan terhadap para pihak yang mengalami dan terlibat langsung dengan judul ini.Hasil penelitian menunjukan faktor penyebab terjadinya pemalsuan identitas perkawinan tidak semena-mena menjadi kesalahan yang dibuat oleh si pelaku. Hal ini bisa diketahui dari adanya peluang yang diberikan oleh pembuat identitas dengan minimnya filterisasi serta penyalahgunaan jabatan. Kurangnya filterisasi ini menunjukkan bahwa pengawasan dari pemerintah masih kurang. Sehingga masyarakat dengan mudah mendapat identitas sesuai dengan apa yang dinginkan pelaku tanpa melihat kondisi asli dari si pelaku Kata Kunci : Pembatalan,Perkawinan,Pemalsuan,Identitas.  
Institution Info

Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur