Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah iklim komunikasi
organisasi pada PT Pembangkitan Jawa Bali Kantor Pusat. Dari hasil survei
pendahuluan ditemukan beberapa permasalahan mengenai iklim komunikasi
organisasi di PJB, berbagai masalah mengenai iklim komunikasi organisasi
tersebut penting untuk diketahui oleh perusahaan untuk segera dicarikan solusinya
agar tidak sampai mengganggu komunikasi yang terjalin antara atasan dan
bawahan.
Iklim komunikasi dalam penelitian ini dijabarkan menjadi enam variabel
berdasarkan Pace (2000:154) yaitu kepercayaan, pembuatan keputusan bersama,
kejujuran, keterbukaan dalam komunikasi ke bawah, mendengarkan dalam
komunikasi ke atas, dan perhatian pada tujuan berkinerja tinggi. Enam variabel ini
dioperasionalkan dan diterapkan dalam bentuk kuesioner untuk dapat mengukur
iklim komunikasi organisasi pada PT PJB. Data penelitian diperoleh dari hasil
penyebaran kuesioner yang dibagikan kepada 77 orang responden yang
merupakan karyawan PT PJB, kemudian dilakukan analisis deskriptif untuk
mengetahui bagaimana iklim komunikasi organisasi pada PT PJB.
Dari hasil analisis, dapat diketahui bahwa secara umum Nilai Iklim
Komposit iklim komunikasi organisasi pada PT Pembangkitan Jawa Bali Kantor
Pusat memiliki iklim komunikasi organisasi yang negatif, yang berarti iklim
komunikasi organisasi yang terjadi di PT Pembangkitan Jawa Bali Kantor Pusat
kurang berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan karena nilai indeks masing-masing indikator iklim komunikasi organisasi bernilai negatif. Penyebab dari
rendahnya nilai iklim komunikasi organisasi di PT PJB ini disebabkan oleh
seringnya terjadi ketidakpercayaan karyawan terhadap staf yang masih muda,
seringkali manajemen perusahaan memutuskan tentang tugas-tugas yang bersifat
teknis secara langsung tanpa melibatkan pertimbangan karyawan, seringkali
karyawan sungkan atau malu mengungkapkan pendapatnya atau masalahnya, tak
semua karywan memanfaatkan kemudahan untuk mengkoordinasikan pekerjaan
mereka dengan atasan, banyak informasi penting mengenai masalah dari
karyawan yang tak sempat dicarikan solusi karena kesempatan yang terbatas dari
perusahaan untuk mendengarkan semua masalah karyawan, serta kurangnya
komitmen karyawan pada perusahaan